Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Atasi Masalah Klasik soal Modal, Wamen UMKM Sebut UMKM Dapat Akses Rp 100 Juta tanpa Agunan

Anom Bagaskoro • Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:06 WIB
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza

 

 

 

KULON PROGO - Usaha mikro kecil menengah (UMKM) didorong untuk terus naik kelas. Dorongan ini berasal dari pemerintah dan diwujudkan melalui beberapa program khusus UMKM. Salah satunya, program pembiayaan UMKM dengan nominal ratusan triliun rupiah.

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mendorong agar UMKM dapat naik kelas dan mengembangkan usaha. Lantaran, UMKM merupakan pejuang kemanusiaan yang mampu menyerap tenaga kerja dan mengentaskan kemiskinan.

 Peran krusial UMKM ini, menjadi perhatian pemerintah pusat. Khususnya membuat UMKM naik kelas.

Baca Juga: Heri Pemad, 19 Tahun Bertahan Jadi Promotor Sekaligus Dirut ARTJOG; Jogja Hidup dari Festival, Event Telah Jadi Gaya Hidup

"Masalah klasik UMKM terletak pada pembiayaan dan pemasaran, ini yang sedang kami pecahkan," ucap Helvi, saat ditemui awak media pada kunjungannya di PLUT Kulon Progo, Jumat (17/7).

Dari kajian yang mendalam, UMKM selalu terkendala dalam urusan permodalan. Untuk mengembangkan usaha, UMKM membutuhkan modal besar. Faktor modal dapat mempengaruhi kuantitas serta kualitas produksi. Agar UMKM dapat memperluas usahanya, kuantitas serta kualitas produksi perlu ditingkatkan.

Menghadapi masalah permodalan, pemerintah pusat sebenarnya telah menggelontorkan Rp 300 triliun ke himpunan bank negara (Himbara).

Baca Juga: Pemkot Jogja Bergantung Kesiapan Sirip-Sirip, Kejar Target Malioboro Full Pedestrian di November

Nominal besar itu, dilakukan untuk membiayai program kredit usaha rakyat. Khusus kredit dengan plafon Rp 100 juta, UMKM dapat mengajukan tanpa agunan. Di samping itu, UMKM dapat mengajukan pinjaman dengan bunga yang relatif terjangkau sekitar enam persen per tahun.

"Kulon Progo sudah memiliki PLUT, ini mewadahi masalah UMKM," ungkapnya.

Pendirian PLUT Kulon Progo juga merupakan komitmen pemerintah pusat untuk mengatasi masalah klasik pemasaran. PLUT yang dibangun dari Dana Alokasi Khusus Rp 8,5 miliar diharapkan beroperasi maksimal. Keberadaan PLUT digunakan agar UMKM dapat memasarkan produknya.

Baca Juga: Made in Jogja, Siswa SMK di DIY Berhasil Merakit Becak Listrik Bekalista

Peran PLUT berupa mengupayakan pelaku UMKM meningkatkan kualitas produknya agar lebih diterima pasar. Di samping itu, PLUT dapat menjembatani pelaku UMKM ke perusahaan ritel untuk memperluas pasar.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menegaskan, pemkab memiliki visi yang sama dengan Kementerian UMKM. Di Kulon Progo terdapat 22 ribu UMKM yang menunggu naik kelas. Keberadaan PLUT diharapkan mampu menjawab tantangan naik kelas.

"Kami mohon dukungannya, agar UMKM di Kulon Progo dapat naik kelas," harapnya, dalam sambutan. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
tanpa agunan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza PLUT Kulon Progo Ambar Purwoko modal