Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siswa Sekolah Mulai Masuk, Harga Sayur dan Daging Merangkak Naik Efek MBG Diaktifkan Lagi

Anom Bagaskoro • Selasa, 14 Juli 2026 | 16:54 WIB
DAGANG: Jalu menata sayuran agar terlihat rapi untuk menarik calon pembeli. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
DAGANG: Jalu menata sayuran agar terlihat rapi untuk menarik calon pembeli. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Program makan bergizi gratis (MBG) mulai beroperasi kembali pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027 ini.

Efek beroperasinya MBG, ditandai dengan kenaikan harga komoditas sayuran hingga daging ayam.

Pedagang Sayur Pasar Wates Amiyos Jalu menjelaskan, harga komoditas sayur hingga telur mengalami penurunan di titik terendah selama dua minggu terakhir.

Harga yang rendah itu di saat libur sekolah dan libur MBG.

Baca Juga: Lirik Lagu “Gapapa" Anisa Bahar Viral di Media Sosial, Simak Makna di Baliknya!

Namun, kenaikan harga mulai terlihat sehari sebelum hari pertama masuk sekolah.

"Mulai naik sejak Minggu 12 Juli, tetap sebelum masuk sekolah," ucap Jalu, Selasa (14/7/2026).

Jalu menjelaskan, harga komoditas sayur kompak naik.

Paling mencolok komoditas timun yang awalnya Rp 7 ribu kini dihargai Rp 20 ribu per kilogram.

Harga brokoli turut naik dua kali lipat, dari sebelumnya Rp 10 ribu kini menjadi Rp 23 ribu per kilogram.

Selain itu, harga kembang kol yang sebelumnya Rp 5 ribu kini naik tiga kali lipat menjadi Rp 15 ribu per kilogram.

Baca Juga: Krisis Siswa SD Negeri Pendem Kulon Progo Berpotensi pada Besaran Dana Bos yang Diterima, Begini Dampaknya!

Ketiga komoditas ini, merupakan kerap digunakan sebagai bahan pembuatan menu MBG.

Komoditas telur ayam turut mengalami kenaikan drastis.

Sebelumnya, telur ayam mencapai harga terendah Rp 20 ribu per kilogram.

Namun, kembali naik menjadi Rp 24 ribu per kilogram.

Telur ayam menjadi salah satu bahan yang sering digunakan untuk menu MBG.

"Dari tingkat petani sudah naik, pasokannya rebutan dengan dapur MBG," ungkapnya.

Pedagang asal Panjatan itu mengaku memperoleh sayuran dari petani di Muntilan yang merupakan sentra holtikultura.

Baca Juga: Wamen PKP Fahri Hamzah Temui Hamengku Buwono X, Bahas Penataan Kantong Permukiman Baru di Jogja

Menjelang masuk sekolah, pasokan komoditas sayur mulai banyak pembeli.

Khususnya, dapur MBG yang mulai beroperasi kembali. Jumlah panen sayuran yang konstan, sedangkan minat pembelian tinggi, membuat harga melonjak drastis.

Alhasil, pedagang di pasar memerlukan penyesuaian harga.

Dampak kenaikan harga membuat pembeli mulai mengurangi jumlah belanjaan.

Jalu mencontohkan, sebelum kenaikan harga pembeli membelanjakan uang Rp 50 ribu untuk tiga komoditas sayur.

Kini uang Rp 50 ribu hanya mampu membeli dua komoditas sayur, atau tetap membeli tiga komoditas dengan jumlah yang dikurangi.

Baca Juga: Penyebab Krisis Siswa SD Negeri Pendem Kulon Progo yang Gelar MPLS 2026 Tanpa Siswa Kelas Satu

Hal serupa juga disampaikan Pedagang Daging Ayam Pasar Wates Maharani. Kenaikan harga daging ayam negeri telah terjadi sejak tiga hari lalu, tepatnya sebelum masuk sekolah. Harga ayam sebelumnya sempat mencapai Rp 27 ribu, kini naik hingga Rp 34 ribu per kilogram.

"Mungkin dampak MBG, karena pengaruhnya lumayan besar," ungkapnya.

Kenaikan harga daging ayam sempat membuat pembeli kaget.

Banyak pembeli yang telah berlangganan di tempatnya kaget dengan kenaikan drastis.

Padahal selama dua minggu terakhir, harga ayam terbilang cukup terjangkau. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Harga Sayur dan Daging Mbg siswa sekolah Pasar Wates pedagang