KULON PROGO - SMP Negeri 1 Wates resmi berpindah dari gedung lama ke sekolah terpadu.
Perpindahan ini, ditandai dengan pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2026.
Walau berada di gedung baru, perabotan ruangan sekolah (mebeler) yang digunakan siswa mayoritas telah berumur.
Kepala Sekolah SMPN 1 Wates Sugeng Widadi menjelaskan, sekolahnya resmi berpindah ke kawasan sekolah terpadu di Terbah, Kelurahan Wates, Kapanewon Wates.
Sebelumnya, SMPN 1 Wates terbagi menjadi dua unit. Unit 1 berada di Timur Kodim 0731 Kulon Progo.
Sedangkan unit 2 di barat Alun-Alun Wates. Kini kedua unit itu telah tergabung dalam satu kawasan dan gedung yang sama.
"Hari pertama di gedung ini, kami menggelar MPLS untuk siswa baru," ucap Sugeng, saat ditemui Radar Jogja, Senin (13/7/2026).
Sugeng menjelaskan, MPLS sebagai penanda pengenalan lingkungan sekolah ke siswa baru.
Baca Juga: Hari Pertama MPLS, Dikpora DIY Pastikan Tak Ada Laporan Perpeloncoan, Sekolah Diawasi Ketat
Dalam hal ini, siswa kelas 8 dan 9 ikut serta diperkenalkan gedung dan kawasan sekolah terpadu.
Selain pengenalan lingkungan, murid baru dikenalkan ke siswa kelas lain.
Tujuannya agar saling mengenal.
Relokasi ke sekolah baru memakan waktu hingga dua minggu.
Proses transisi ini beberengan dengan SPMB dan dilakukan secara bertahap.
Tujuannya memastikan, saat sekolah resmi beroperasi tak terkendala sarana prasarana pendukung.
Sekolah juga menerima bantuan dari orangtua dan wali murid.
Bantuan tersebut terwujud dengan pemindahan perabot dan sarpras pendukung layanan pendidikan.
Baca Juga: Aliansi Rakyat Peduli Indonesia Desak Hukuman Maksimal bagi Pelaku Pelecehan Anak di PN Bantul
Orangtua selama dua minggu terakhir, bergotongroyong membantu pemindahan.
"Kami sangat berterimakasih dengan orangtua telah membantu selama perpindahan, termasuk membantu memperbaiki perabot," ungkapnya.
Selain membantu relokasi, orangtua turut melakukan perbaikan ke beberapa perabot lama.
Walau relokasi di gedung baru, tak semua mebeler atau sarpras mendapat pengadaan baru.
Hanya mebeler berupa meja dan kursi untuk tiga kelas yang merupakan pengadaan baru.
Kendati tak baru, pihak sekolah memastikan sarpras masih layak digunakan.
Misalnya, meja belajar memang mengalami kerusakan dibagian kaca alas.
Namun, sekolah telah mencabut bagian kaca agar lebih aman dan dapat digunakan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva