KULON PROGO - Pembangunan gedung SMPN 1 Wates Kulon Progo segera rampung.
Bulan September mendatang, gedung baru siap untuk ditempati.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdikpora Kulon Progo Wuriandreza Gigih Muktitama menjelaskan, gedung baru itu dibangun sejak 2018 di kawasan sekolah terpadu.
Ada enam tahapan pembangunan.
Pada 2026 ini, tinggal satu tahapan yang masih berjalan.
Baca Juga: Big Bike New Rebel 1100, Simbol Kebebasan Ekspresi Generasi Modern
Pembangunan gedung baru SMPN 1 Wates Kulon Progo sempat terkendala karena Covid-19.
Namun pembangunan masih berlanjut pada 2023.
Jika ditotal, pembangunannya menelan anggaran Rp 27,3 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Rinciannya Rp 4,8 miliar (2018), Rp 10 miliar (2019), Rp 6,8 miliar (2023), Rp 3,4 miliar (2024), Rp 5,1 miliar (2025) dan Rp 4 miliar (2026).
Lebih lanjut Gigih menjelaskan, tahap keenam dimulai sejak April 2026 lalu.
Fokusnya di landscape kawasan, hingga perapihan gedung sekolah.
Tahap ini akan memakan waktu hingga 150 hari pelaksanaan, diprediksi rampung 2 September nanti.
Sementara daya tampung gedung baru sebanyak 576 siswa, setiap angkatan ada 6 rombel.
Baca Juga: Korupsi MBG Jadi Sorotan Masyarakat, Kejari Kebumen Petakan Kerawanan
Lantaran, sarana prasarana sekolah telah terbangun, mulai dari kelas, kantor, hingga bangunan penunjang.
Tepat pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 gedung baru dipastikan sudah bisa ditempati.
"Untuk menyiapkan KBM di gedung baru, saat ini kami fokus perapihan dan pembersihan sekolah," ungkapnya.
Relokasi sekolah telah mulai dilakukan. Disdikpora meminta pihak SMPN 1 Wates beserta komite untuk membantu kelancaran relokasi.
Selama libur sekolah, relokasi akan dilakukan dengan memindahkan sejumlah perbotan lama.
Baca Juga: Korupsi MBG Jadi Sorotan Masyarakat, Kejari Kebumen Petakan Kerawanan
Di antaranya, meja, kursi, buku, hingga sarpras lain dari sekolah lama ke sekolah baru.
Kepala Sekolah SMPN 1 Wates Sugeng Widadi menyampaikan, selama libur sekolah pihaknya akan melakukan relokasi.
Relokasi berupa pemindahan perabot lama. Rencananya guru hingga komite akan bergotongroyong memindahkan perbot lama.
"Kalau yang sudha rusak tidak kami pindah, nanti dimasukkan ke penghapusan aset," ungkapnya.
Sugeng menjelaskan, tak semua perabot akan dibawa ke sekolah baru. Lantaran, sekolah baru sebagian telah diisi perbot baru.
Sehingga, perabot lama yang tak layak akan diusulkan ke penghapusan aset. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva