Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SPMB SMPN di Kulon Progo Kekurangan Murid, Disdikpora Kulon Progo Jelaskan Penyebabnya!

Anom Bagaskoro • Jumat, 3 Juli 2026 | 14:46 WIB
RAPI: Siswa jenjang SD berbaris rapi mengikuti upacara bendera mengenakan seragam lengkap. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
RAPI: Siswa jenjang SD berbaris rapi mengikuti upacara bendera mengenakan seragam lengkap. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Sistem penerimaan murid baru (SPMB) pada jenjang SD dan SMP di Bumi Binangun resmi ditutup.

Dua Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)  kekurangan murid.

Yaitu SMPN 4 Pengasih dan SMPN 3 Girimulyo.

"SMPN 4 Pengasih hanya mendapat 5 siswa dari 64 kursi yang tersedia. Sedangkan SMPN 3 Girimulyo mendapat 36 siswa dari 128 kursi yang disiapkan," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Wahyudi, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Prediksi Skor Kolombia vs Ghana Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Swiss Menanti di Babak 16 Besar

Nur menjelaskan, daya tampung SMP Negeri mencapai 4.544 kursi.

Namun, pada SPMB 2026 ini hanya terisi 4.013 kursi.

Artinya, ada kekurangan sebanyak 531 siswa.

Padahal jumlah lulusan SD/MI di Kulon Progo mencapai 5.039 siswa.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa calon siswa menaruh minat pada sekolah madrasah dan swasta.

Selain minat siswa, sorotan terletak pada sekolah-sekolah di Perbukitan Menoreh.

Lantaran, krisis siswa paling banyak terjadi pada sekolah di dataran tinggi.

Penyebabnya ialah faktor demografi lulusan.

Lulusan SD/MI di perbukitan tergolong minim.

Sehingga sekolah harus berebut siswa untuk mendapatkan murid.

Baca Juga: Swiss 2-0 Aljazair, Rossocrociati Raih Kemenangan Pertama di Babak Gugur Piala Dunia Selama 88 Tahun

"Tren demografi lulusan SD/MI di perbukitan memang mengalami penurunan," ucapnya.

Disdikpora Kulon Progo telah melakukan kajian terkait demografi lulusan dari tahun-tahun sebelumnya.

Didapati, wilayah Perbukitan Menoreh mengalami penurunan populasi siswa karena lulusan SD yang masuk ke SMP tak sebanyak dahulu.

Walau mengalami krisis siswa, Disdikpora belum menyiapkan kebijakan penambahan waktu SPMB. 

Akan tetapi, Disdikpora akan melakukan evaluasi menyeluruh.

Tujuannya memecahkan solusi pada kasus krisi siswa di wilayah dataran tinggi.

Baca Juga: Manchester City Konfirmasi Kesepakan dengan Nottingham Forest untuk Transfer Elliot Anderson

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 4 Pengasih Rahmi Atiningrum menjelaskan, SPMB 2026 sekolahnya mendapat lima siswa dari empat jalur yang disediakan.

Dari lima calon siswa itu, baru tiga siswa yang melakukan daftar ulang. 

"Menurut analisis kami dipengaruhi demografi dan kebijakan," ucap Rahmi.

Rahmi menjelaskan, demografi menjadi salah satu faktor penyebab kurangnya pendaftar.

Di sekitar sekolah, angka kelahiran yang berhubungan dengan angka kelulusan siswa SD/MI mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Terbukti dari lulusan 2026, pihaknya memetakan hanya ada 60 siswa lulusan SD. 

Dari 60 siswa itu, sebagian besar memilih ke SMPN 3 Pengasih, SMPN 1 Girimulyo, dan SMPN 3 Girimulyo.

Baca Juga: Portugal Berikan Penghormatan untuk Diego Jota Setelah Kemenangan atas Kroasia

Rata-rata jarak antar sekolah hanya berkisar tiga hingga lima kilometer.

Kebanyakan calon siswa memilih sekolah yang dekat dengan perkotaan.

Sedangkan, SMPN 4 Pengasih terletak di daerah perbukitan.

"Sekolah kami lumayan terpencil, terlebih kebijakan SPMB tidak terlalu menguntungkan kami," ucapnya.

Kebijakan SPMB 2026 juga berpengaruh pada perolehan pendaftar.

Di tahun 2025 lalu, pihaknya mendapatkan 22 siswa. Perbedaan kebijakan pada jalur domisili wilayah.

Perbedaan  berupa jumlah kuota, tahun 2025 jumlah kuota domisili wilayah mencapai 30 persen dan domisili radius 20 persen.

Namun, di tahun 2026 domisili wilayah berubah menjadi 40 persen sedangkan domisili radius 10 persen.

Kondisi ini membuat siswa dapat memilih sekolah dengan jarak jauh asalkan berada dalam domisili wilayah. (gas) 

 

 



Editor : Meitika Candra Lantiva
#Krisis Siswa #SPMB SMPN di Kulon Progo Kekurangan Murid #Disdikpora Kulon Progo #Sekolah di Kulon Progo #lulusan sd menurun