KULON PROGO - Kulon Progo bakal memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
PT Sun Energy Indonesia melakukan audiensi di Pemkab Kulon Progo.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kulon Progo Ari Fitriani membenarkan, adanya audiensi antara investor dengan pemkab, pada Senin (29/6/2026) lalu.
Audiensi itu merupakan proses penjajakan dan paparan investor untuk pengembangan PLTS di Bumi Binangun.
Baca Juga: Prediksi Skor Swiss vs Aljazair Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Yang Mengamankan Tiket Babak 16 Besar?
"Intinya perusahan akan mendirikan PLTS dengan daya 50 Megawatt, dan sedang mencari tanah," ucap Ari, saat ditemui Radar Jogja, Kamis (2/7/2026).
Nilai investasinya mencapai puluhan juta dolar.
Di samping itu, Kulon Progo merupakan wilayah sasaran yang masuk rencana usaha penyediaan listrik (RUPTL) PLN di Pulau Jawa.
Secara garis besar pengembangan PLTS akan dilakukan di Jateng dan DIY.
Kulon Progo menjadi satu-satunya kabupaten kota di DIY yang dirasa cocok mengembangkan PLTS, karena pertimbangan potensi sinar matahari.
Baca Juga: Raudi Akmal Tempuh Upaya Praperadilan, Tolak Status Tersangka dan Protes Penggledahan Rumahnya
Program pembangunan PLTS besutan PLN ini akan membawa investasi asing yang besar bagi Kulon Progo.
Diprediksi investasi asing mencapai USD 32 juta.
Kendati akan masuk investasi besar, Pemkab Kulon Progo harus menyediakan lahan untuk dibeli atau disewa investor.
"Lahan yang dibutuhkan sekitar 50 hektare, karena itu untuk panel surya," ucapnya.
Beberapa lokasi telah diusulkan pemkab untuk menangkap peluang investasi itu.
Akan tetapi, beberapa lokasi tersebut masih belum dibuka untuk publik.
Mengingat fluktuasi harga tanah di Kulon Progo yang terus mengalami peningkatan.
Kendati demikian, pemkab menargetkan lokasi di dekat gardu induk PLN yang terletak di Kapanewon Temon sebagai patokan radius lokasi PLTS.
Usulan lahan juga mempertimbangkan kesesuaian pemanfaatan lahan yang telah tercantum dalam RDTR.
Tujuannya, pembangunan PLTS tak mengganggu atau menggusur lahan sawah dilindungi.
Menurutnya, investasi asing PLTS merupakan sektor baru bagi Kulon Progo.
Pasalnya, industri di Kulon Progo masih berada di sketor menengah ke bawah dalam hal teknologi.
Adanya PLTS, dapat memancing investasi medium tech hingga high tech ke Kulon Progo.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menegaskan, investasi PLTS oleh perusahaan di Bumi Binangun merupakan bagian dari program energi terbarukan milik PLN.
Hal itu membuat pemkab mendukung penuh dengan pembangunan PLTS.
Dukungan pemkab akan berupa usulan lahan, dan memberikan keleluasaan dalam proses perijinan tanpa melanggar regulasi pusat dan daerah.
"Tentu akan kami dukung investasi pembangunan PLTS," tegasnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva