KULON PROGO - Program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai dirasakan manfaatnya oleh SD Negeri Kokap.
Awal tahun 2026 lalu, sekolah dasar ini rusak parah akibat terdampak bencana longsor.
Kepala Sekolah SDN Kokap Surohim menjelaskan, pihaknya menerima bantuan dari kementerian untuk merelokasi sekolah lama ke sekolah baru.
Relokasi itu, berkaca pada kejadian longsor yang berdampak pada sekolah.
Baca Juga: Tak Perlu Sewa Alat, 48 Kelompok Tani di Kulon Progo Terima Bantuan Alsintan Bersumber APBD dan APBN
Awal tahun 2026, SDN Kokap mengalami longsor talud hingga membuat dua bangunan sekolah rata amblas, sekaligus mengancam sekolah.
"Tahun ini kami langsung menerima bantuan senilai Rp 2,1 miliar untuk pembangunan relokasi," ucap Surohim, Selasa (30/6/2026).
Bantuan bersumber APBN dan digarap secara swakelola oleh sekolah itu, digunakan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas, dan pembangunan lima ruang kelas.
Bantuan ini juga meliputi relokasi sekolah, mengingat kondisi bangunan lama tidak cocok untuk aktivitas belajar mengajar.
Hal ini diperkuat dengan kajian Universitas Gadjah Mada, yang memperingatkan potensi longsor di lokasi sekolah lama.
Lokasi SDN Kokap yang baru terletak sekitar 500 meter dari bangunan lama.
Lokasi baru berada di tanah kas desa, Padukuhan Tejogan, Kalurahan Hargorejo.
Lokasi tersebut sebelumnya merupakan bekas unit 2 SDN Kokap yang telah lama tak digunakan.
Atas pertimbangan keselamatan siswa, lokasi itu dinilai lebih cocok untuk dibangun sekolah baru.
Baca Juga: Usai Periksa 14 Orang, Polda DIY akan Panggil Saksi Ahli Dalam Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan
Saat ini, pembangunan sekolah baru telah dilakukan.
Sejak 2 Juni 2026 lalu, sekolah mulai membangun secara swakelola.
Sekolah mengupayakan untuk melakukan rehabilitasi pada bangunan lama, dan membangun ruang kelas baru.
"Targetnya selesai 29 Oktober, kami pastikan pembangunan sekolah berkualitas karena akan kami gunakan sendiri," ucapnya.
Surohim menjelaskan, selama pembangunan aktivitas belajar mengajar akan bertahan di bangunan lama.
Pihaknya berharap cuaca selama pembangunan tetap cerah.
Mengingat potensi longsor di bangunan lama dapat terjadi apabila hujan tiba.
Baca Juga: Dewan Pendidikan Soroti Demam Sekolah Favorit di SMPB 2026, Bukti Pemerataan Mutu Belum Optimal
Pihaknya baru akan memindahkan pembelajaran pada November 2026 mendatang.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana PAUD, Pendidikan Non Formal, SD dan SMP Disdikpora Kulon Progo Wuriandreza Gigih Muktitama membenarkan, sejumlah sekolah menerima bantuan revitalisasi.
Salah satunya, revitalisasi di SDN Kokap yang masuk kategori revitalisasi kebencanaan.
"Revit kebencanaan untuk perbaikan sekolah yang terdampak bencana, Kulon Progo dapat satu itu bareng dengan bencana Aceh," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva