KULON PROGO - Korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran sepanjang Juni telah terjadi sebanyak dua kali di Bumi Binangun. Pemkab Kulon Progo menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan atas korsleting arus listrik.
Imbauan untuk pencegahan korsleting listrik disampaikan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, saat meninjau kebakaran di Padukuhan Cangkring, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, Sabtu (27/6) malam. Kebakaran yang disebabkan korsleting listrik itu, membuat bangunan rumah tinggal dan tempat usaha ludes dilahap si jago merah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan potensi kebakaran," ucap Agung, Sabtu (27/6).
Selama kemarau potensi kebakaran akan meningkat. Biasanya disebabkan kelalaian manusia saat menyalakan api tanpa pemantauan.
Di samping itu, kebakaran dapat dipicu oleh korsleting arus listrik. Umumnya, korsleting arus listrik disebabkan oleh pemakaian listrik yang tidak wajar.
Pemakaian listri yang tidak wajar tanpa didukung instalasi yang sesuai SNI membuat potensi korsleting listrik dapat terjadi. Kasus kebakaran akibat korsleting biasanya disebabkan oleh kabel listrik yang tak mampu menahan beban.
Kabel dengan beban besar dan tak sesuai standar, biasanya cepat panas hingga berujung meleleh. Terutama kabel berjenis serabut yang hanya cocok digunakan untuk keperluan ringan.
"Sekarang tegangan listrik sedang tidak stabil, naik-turun, jadi perlu meningkatkan kewaspadaan," ungkapnya.
Agung mengaku sempat berkomunikasi dengan PLN. Dari hasil kordinasi itu, menyebutkan ada potensi tegangan yang tak stabil. Selain itu terdapat pemadaman di sejumlah wilayah selama beberapa minggu terakhir. Dari situ, pihaknya memetakan beberapa potensi kebakaran.
Tegangan yang tak stabil dapat memicu korsleting, terutama saat tegangan naik diatas batas wajar. Bagi kasus barang elektronik, lonjakan tegangan dapat merusak komponen elektronik. Lonjakan tegangan juga dapat memicu kebakaran akibat kabel yang digunakan pada rumah tak mampu menahan beban.
"Himbauan kami, saat rumah ditinggal harap mencabut semua alat elektronik," ucapnya.
Agung menyebut, tindakan pencegahan korsleting dapat dilakukan oleh masyarakat secara mandiri. Diantaranya, saat berpergian rumah harus dipastikan tak mengonsumsi listrik.
Caranya dengan menyambut alat elektronik yang masih tersmbung listrik. Setiap rumah juga diharapkan mengurangi jumlah kabel serabut. Lantaran, dapat menimbulkan korsleting akibat tak sesuai peruntukannya. (gas)
Editor : Bahana.