Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Job Fair Kulon Progo Justru Diminati Pencaker Luar Daerah, Bupati Kulon Progo Beberkan Alasannya

Anom Bagaskoro • Selasa, 23 Juni 2026 | 17:58 WIB
SIBUK: Pencari Kerja mencari lowongan kerja pada lembaran pengumuman di papan Loker. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
SIBUK: Pencari Kerja mencari lowongan kerja pada lembaran pengumuman di papan Loker. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

 

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo berupaya penyediaan lapangan kerja melalui kegiatan Job Fair.

Sebagaimana yang berlangsung pada 23-24 Juni 2026 di Taman Budaya Kulon Progo, dengan kuota 2.055 lowongan pekerjaan, dari 26 perusahaan.

Akan tetapi, event bursa kerja ini justru diikuti pencari kerja (pencaker) dari luar daerah, dan bahkan mendominasi.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan, tujuan utama diselenggarkan Job Fair agar warga Bumi Binangun mendapat pekerjaan layak.

Baca Juga: Upaya Pemkab Kulon Progo Menarik Investor Terkendala, RDTR Belum Sinkron dengan OSS

Sehingga dapat meminimalisir angka pengangguran dari sebelumnya mencapai 2,14 persen pada 2025.

"Saya cukup terkejut, ternyata pencaker dari Kulon Progo tak lebih dari 50 persen, kebanyakan justru dari luar daerah," ucap Agung, saat menjawab pertanyaan Radar Jogja, Selasa (23/6).

Pencaker dari luar daerah, seperti dari Kabupaten Magelang, Purworejo, Sleman dan Bantul.

Awalnya Ia sempat menduga ada kesalahan publikasi kegiatan Job Fair di tahun sebelumnya.

Setelah diusut, penyebabnya adalah ketidakcocokan antara tenaga kerja dengan bidang yang tersedia.

Baca Juga: Karena Kesehatan, Raudi Akmal Ajukan Penangguhan Penahanan, Kustini Sri Purnomo Jadi Penjamin

Seperti ketidaksesuaian antara kualifikasi, keterampilan, dan latar belakang pekerja terhadap ketersediaan lowongan kerja.

Alhasil, banyak pencaker asal Kulon Progo mencari pekerjaan di luar even job fair.

Untuk mengatasi kendala itu, pemkab melakukan penyesuaian pada Job Fair 2026.

Selain melakukan tiga kali Job Fair, lowongan kerja akan menyesuaikan dengan demografi pencaker.

 Khususnya kualifikasi pendidikan, hingga keterampilan.

Hal ini dapat dilihat pada Job Fair 2026 pertama, yang menyediakan beragam loker dengan kualifikasi.

Baca Juga: Ratusan Tenaga Satpam Outsourcing di Pemkot Jogja Diduga Korban Penipuan Sertifikasi Gada Pratama, Proses Hukum Dinilai Lamban

Lebih lanjut, Kepala Disnaker Kulon Progo menjelaskan, pencaker beberapa tahun terakhir didominasi Gen-Z memiliki pola pemikiran yang berbeda.

Generasi Z yang akrab dengan teknologi, cenderung memilih pekerjaan remote. Kondisi disebut sebagai fenomena pergeseran ekspektasi kerja.

"Ini ada pergeseran pada pencaker, mencari kerja yang remote dapat dikerjakan dimana saja, padahal butuh kualifikasi tinggi," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Bamsut itu turut menyanggah, pekerjaan remote biasanya memiliki kualifikasi atau syarat pencaker yang tinggi.

Mulai dari keterampilan mumpuni hingga bahasa. Hal inilah yang belum dicapai oleh Disnakertrans Kulon Progo.

Di samping itu, mentalitas pekerja asal Bumi Binangun belum diakui banyak perusahaan.

Pencaker biasanya mencari tempat kerja kantoran dengan gaji tinggi. 

Hal itu cukup sulit ditemukan pada lapangan kerja yang disediakan di Kulon Progo, termasuk DIY

Hal ini dipengaruhi pola industri yang teknologinya belum pada taraf menengah hingga tinggi. (gas)

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Pencaker Luar Daerah #Job Fair Kulon Progo 2025 #lowongan kerja #Disnakertrans Kulon Progo #bupati kulon progo