KULON PROGO - SD Negeri Bugel kini memiliki bangunan sekolah baru, setelah tergusur pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Akan tetapi, bangunan baru ini justru mulai menampakkan kerusakan. Lantaran, beberapa kali atap rontok hingga insiden siswa terkunci di kamar mandi.
Ketua Komite SDN Bugel Patriatmoko menjelaskan, pembangunan sekolah telah usai sejak Desember 2025 lalu. Sebelumnya, SDN Bugel terdampak pembangunan JJLS, hingga terpaksa melaksanakan KBM di rumah warga. Namun tahun 2025, pembangunan sekolah baru telah dilakukan. Lokasinya hanya bergeser 50 meter dari tempat lama.
"Ini mulai ditempati sejak Januari 2026, tapi sudah terlihat kerusakannya," ucap Patri, Minggu (21/6).
Patri menjelaskan, sejak ditempati awal Januari 2026 lalu, bangunan baru terkesan tak layak. Pasalnya, bangunan dinilai kurang berkualitas dan cenderung banyak kerusakan. Paling terlihat ada pada dinding sekolah yang mulai retak, padahal umurnya tak lebih dari setahun.
Baca Juga: Bukayo Saka Terus Berjuang untuk Fit Jelang Inggris Lawan Ghana di Piala Dunia 2026
Orangtua melalui komite sekolah turut menyoroti kualitas atap sekolah. Atap sekolah dengan rangka kayu dan genteng tanah liat tak berkualitas. Bahkan terjadi insiden genteng rontok.
Pihaknya mencurigai, rangka atap kayu tak terlalu kuat. Mengingat selama pembangunan, orangtua menyaksikan rangka dipasang tak simetris.
Plafon sekolah dirasa cukup membahayakan siswa. Lantaran, telah muncul retak pada plafon. Plafon yang terbuat dari grc atau sejenisnya dinilai rawan ambrol. Bahkan sempat terjadi plafon jatuh, untungnya tak mengenai siswa. Kejadian itu membuat orangtua atau wali murid khawatir.
"Ada insiden siswa terkunci di dalam kamar mandi, kunci pintu sekolah juga sudah rusak," ucapnya.
Insiden siswa terkunci di dalam kamar mandi turut mewarnai hari-hari di bangunan baru. Beberapa siswa sempat terkunci di kamar mandi, dan terpaksa harus diselamatkan dari luar. Selain itu, handle pintu kelas mulai menampakkan kerusakan.
Pihak sekolah dan komite sebenarnya telah mengusulkan perbaikan ulang ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo. Akan tetapi dari penanggungjawab proyek tak segera melakukan perbaikan. Sempat beberapa kali kontraktor melakukan perbaikan, namun kerusakan kembali muncul. (gas)
Editor : Bahana.