Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Oli Naik Drastis, Pemilik Mobil Pilih Tunda Waktu Servis

Anom Bagaskoro • Rabu, 17 Juni 2026 | 21:30 WIB
FOKUS: Mekanik bengkel saat memeriksa komponen mobil yang dibongkar. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
FOKUS: Mekanik bengkel saat memeriksa komponen mobil yang dibongkar. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

KULON PROGO - Kenaikan harga minyak bumi dan melemahnya rupiah membuat harga komoditas oli ikut terdampak. Kondisi itu membuat harga oli mengalami kenaikan, hingga berdampak pada pola konsumsi pemilik kendaraan bermotor.


Pemilik bengkel mobil di Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates Prisma Yanu mengaku, kenaikan harga oli yang berdampak ke usahanya. Kenaikan harga oli telah terjadi sejak Maret, bertepatan dengan konflik Timur Tengah. "Kenaikan sampai 30 persen, terutama oli dan onderdil," ucap Yanu Rabu (17/6).

Baca Juga: Dinonaktifkan karena Jadi Tersangka Kasus TKD Condongcatur, Reno Candra Sangaji Tetap Dapat Siltap 50 Persen


Harga oli, lanjutnya, dari kisaran Rp 300 ribu naik menjadi Rp 390 ribu. Kenaikan dipengaruhi oleh harga bahan baku oli yang berasal dari minyak bumi. Selain itu, beban operasional distribusi oli juga ikut mengalami kenaikan. Lantaran, distribusi bergantung dengan harga BBM.


Kenaikan harga BBM juga berpengaruh dengan harga onderdil mobil. Onderdil diprediksi mengalami kenaikan sekitar 20 persen menyesuaikan jenis. 

Kenaikan harga-harga ini berdampak pada pola konsumsi pemilik kendaraan. Omzetnya pun turun hingga 50 persen. Sebab biasanya, bengkelnya mampu melayani hingaa 10 kendaraan untuk servis rutin dan ganti oli setiap hari. "Sekarang sehari mentok di lima kendaraan," ungkapnya.

Baca Juga: Persebaya Resmikan Lima Pemain Baru, Bernardo Tavares: Mereka Datang dengan Satu Tujuan, Meningkatkan Kualitas dan Kompetisi di da

Konsumen, mulai menunda servis dan ganti oli. Jika sebelumnya rutin dilakukan saat jarak tempuh mencapai 5.000 kilometer, kini bahkan bisa lebih. "Biasanya ganti oli saat lima ribu kilometer, sekarang gantinya saat tujuh ribu kilometer," ungkap Happy Ayu Fatimah, pengguna jasa bengkel mobil.

 

Kenaikan harga, membuat anggaran operasionalnya membengkak. Oleh karena itu, dia menyiasatinya dengan menunda servis dan ganti oli. Hal ini pun diklaim tak akan memengaruhi performa mobil. Dengan catatan, jarak tempuh tak melebihi 10 ribu kilometer. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kenaikan harga #bengkel mobil #Oli #harga minyak bumi #onderdil