KULON PROGO - Dampak kenaikan harga BBM non subsidi mulai dirasakan pada pelayanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), khususnya Damkarmat. Lantaran, kenaikan menyebabkan pembengkakan anggaran dan berujung pada efisiensi.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Damkarmat BPBD Kulon Progo Eko Susanto menjelaskan, efisiensi telah dilakukan selama beberapa kali. Di awal tahun 2026, pagu anggaran BBM telah mengalami pemangkasan. Dilanjutkan efisiensi pasca kenaikan harga BBM.
"Pagunya sudah ditetapkan di awal tahun, kami mencoba melakukan efisiensi, sekarang juga harus menyesuaikan harga BBM," ucap Eko, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/6).
Baca Juga: Hasil Austria vs Yordania, Das Team Catatkan Kemenangan Pertama di Piala Dunia Dalam 36 Tahun
Eko menyampaikan, anggaran BBM untuk operasional BPBD, mayoritasnya digunakan untuk operasional Damkarmat. Layanan damkarmat biasanya menggunakan mobil pemadam, truk tanki, hingga mobil penyelamatan.
Damkarmat Kulon Progo memiliki tiga mobil pemadam. Satu diantaranya memerlukan BBM non subsidi berjenis dexlite, karena mesin kendaraan bertipe Euro 4. Selain mobil pemadam, truk tanki turut membutuhkan BBM non subsidi.
Kendaraan operasional damkarmat seperti mobil bak terbuka dan mobil penumpang turut mengonsumsi dexlite. Padahal harga dexlite selama beberapa bulan terakhir terus membengkak. Harga dexlite di awal tahun berkisar Rp 14 ribu, kini naik hingga Rp23 ribu.
Baca Juga: Roberto Martinez Isyaratkan Tinggalkan Portugal Setelah Piala Dunia 2026 Berakhir
"Kami melakukan efisiensi, prediksinya sampai bulan Oktober anggaran masih mencukupi atau sampai APBD Perubahan," ungkapnya.
Kenaikan BBM non subsidi membuat pihaknya perlu memutar otak. Pasalnya, pagu anggaran tak boleh habis sebelum perubahan APBD di akhir tahun nanti. Alhasil, pihaknya menerapkan beberapa skema penghematan.
Paling mencolok, penghematan di bidang sosialisasi dan edukasi masyarakat. Damkarmat memiliki program sosialisasi kebakaran pada siswa sekolah. Kegiatan ini, kini difokuskan dalam dua pertemuan selama seminggu.
Baca Juga: Update Skuad Inggris di Piala Dunia 2026: Tino Livramento Out, Trevoh Chalobah Masuk
"Kalau dulu satu sekolah satu kegiatan, sekarang dikumpulkan beberapa sekolah," ungkapnya.
Selain program edukasi, damkarmat melakukan penyesuaian pada program penyelamatan sarang tawon. Biasanya setiap kali terdapat laporan, damkar akan langsung melakukan penanganan. Kini kegiatan tersebut dipusatkan menjadi seminggu dua kali.
Upaya efisiensi dengan mengoptimalkan kegiatan membuahkan hasil. Rata-rata konsumsi BBM menurun drastis, dari sebelumnya Rp 7 juta bulan, kini cukup Rp 5 juta per bulan.
Baca Juga: Prediksi Skor Austria vs Yordania Piala Dunia 2026 Rabu 17 Juni Kick Off 11.00 WIB
Kendati melakukan efisiensi, pihaknya memastikan pelayanan kedaruratan tetap berjalan normal. Layanan kedaruratan berupa pemadaman kebakaran, hingga penyelamat satwa.
Sementara itu, Anggota Damkarmat Kulon Progo Jimmi Ridho menjelaskan, efisiensi konsumsi BBM tak membuat pihaknya mengalami kendala. Lantaran, penyesuaian hanya merubah pola kerja damkar agar lebih efisien.
"Sejauh ini kami tidak menemukan kendala, pelayanan kedaruratan juga tetap berjalan," ungkapnya. (gas)
Editor : Iwa Ikhwanudin