KULON PROGO - Menjelang libur sekolah, kunjungan wisatawan di Pantai Glagah masih tergolong landai. Walau didukung libur 1 Muharam, peningkatan wisatawan belum terlihat banyak.
Petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Glagah Sapto Purwono menjelaskan, belum adanya peningkatan jumlah wisatawan. Tingkat kunjungan wisatawan masih sama seperti hari biasanya, walau didukung libur 1 Muharam.
"Sejauh ini masih landai, belum ada peningkatan signifikan," ucap Sapto, Selasa (16/6).
Baca Juga: Gegara Pasokan Langka dan Harga Melambung, Pedagang Daging di Magelang Raya Mogok Jualan Tiga Hari
Sapto menjelaskan, pantauannya di TPR Glagah sejak pagi hingga siang hari menunjukkan belum adanya peningkatan kunjungan. Jumlah kunjungan masih di angka seribu orang atau sama dengan hari weekday. Padahal saat itu, kebanyakan kantor hingga sekolah libur.
Seribu wisatawan yang tercatat masih dianggap normal tanpa ada penurunan. Pasalnya, Pantai Glagah merupakan wisata primadona dengan kunjungan rata-rata di hari normal berkisar seribu orang. Sedangkan di hari libur, berkisar dua ribu hingga tiga ribu orang.
Mendekati masa libur sekolah, pihaknya memprediksi kenaikan jumlah wisatawan. Belajar dari sesi liburan sebelumnya, kenaikan dapat mencapai 20 persen dari hari biasanya.
Baca Juga: Polresta Sleman Monitor Kericuhan di GIK UGM, Sebut Tak Ada Mahasiswa yang Diamankan
"Sekarang juga ada tempat baru, yang membuat wisatawan lintas generasi kesana," ungkapnya.
Munculnya pemecah ombak Glagah Congot turut menjadi daya tarik bagi wisatawan. Pihaknya mencatat, semenjak dibukanya lokasi yang dipenuhi kafe itu terjadi peningkatan jumlah kunjungan. Terutama saat sore hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo Sutarman meyakini kunjungan wisatawan di Pantai Glagah Congot akan melonjak selama libur sekolah. Pasalnya, momen libur sekolah biasanya dihabiskan untuk berkunjung ke tempat wisata bersama keluarga.
"Untuk menyambut lonjakan wisatawan, kami telah meminta agar pengelola menyiapkan sarpras," ungkapnya. (gas)
Editor : Heru Pratomo