Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalur Wisata Tergolong Ekstrem, Wisata Perbukitan Menoreh Butuh Perbaikan Infrastruktur

Anom Bagaskoro • Selasa, 16 Juni 2026 | 13:44 WIB
APIK: Wisatawan berswafoto di dekat Air Terjun Sebatung - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
APIK: Wisatawan berswafoto di dekat Air Terjun Sebatung - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA

KULON PROGO - Wacana pengembangan wisata wellness tourism di Perbukitan Menoreh terus digodog. Namun dibalik itu, perbaikan infrastruktur justru diperlukan mendukung konsep wisata wellness tourism.

Pengelola Ekowisata Sungai Mudal Juwarto menjelaskan, konsep wellness tourism telah diterapkan di objek wisata yang dikelolanya. Ekowisata Sungai Mudal yang terletak di Kalurahan Jatimulyo itu, memanfaatkan keindahan alam dan aktivitas masyarakat pedesaan.

"Kami sudah siap dan sudah menerapkan, hanya saja aksesbilitas yang menjadi kelemahan," ucap Juwarto, Selasa (16/6).

Juwarto menjelaskan, hampir seluruh wisata di Perbukitan Menoreh memiliki kelemahan aksesbilitas wisatawan. Letak geografis dengan medan berbukit membuat kondisi infrastruktut menyesuaikan. Untuk menuju satu objek wisata, wisatawan perlu melewati tanjakan hingga turunan ekstrem.

Kondisi infrastruktur inilah yang membuat kesiapan objek wisata seakan sia-sia. Lantaran, wisatawan memiliki kecenderungan memilih objek wisata yang mudah di akses. Apabila, kondisi infrastruktur tetap sama wisatawan tak akan tertarik ke Kulon Progo.

Baca Juga: Polresta Sleman Monitor Kericuhan di GIK UGM, Tak Ada Mahasiswa yang Diamankan 

Menurutnya, jika infratsruktur mengalami pembenahan besar-besaran, maka objek wisata akan dikunjungi banyak wisatawan. Cara ini tergolong manjur, mengingat Kabupaten Gunungkidul menerapkan pola pengembangan seperti ini.

"Jalan ekstrem harusnya dibenahi," ungkapnya.

Apabila jalan telah dilakukan pembenahan, ia meyakini pengelola objek wisata bakal melakukan pengembangan. Terutama soal wacana pemkab yang hendak mengembangkan wellness tourism. Tanpa diarahkan, pengelola pasti menerapkan konsep itu, jika infrastruktur siap.

Seemntara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman mengakui kendala pengembangan wisata di Perbukitan Menoreh ialah infrastruktur. Kebanyakan objek wisata di Perbukitan Menoreh memiliki jalan yang ekstrem.

"Tapi memang potensi wisatanya luar biasa, terutama wisatawan yang mencari ketenangan," ungkapnya.

Sutarman menjelaskan, wisata di Perbukitan Menoreh tak hanya menyajikan keindahan alam. Potensi wisata sangat cocok bagi penduduk urban yang mencari ketenangan. (gas)

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #WISATA MENOREH