KULON PROGO - Kenaikan harga BBM membuat masyarakat kaget.
Kondisi ini juga memicu kekhawatiran akan naikanya BBM jenis pertalite yang mendapat subsidi pemerintah.
Menyebabkan antrean mengular untuk pengisian pertalite.
Dari pantauan Radar Jogja di SPBU Wates, beberapa kali kendaraan roda dua sempat menuju jalur pertamax.
Namun, saat hendak mengisi mereka justru tak jadi membeli pertamax dan pindah ke jalur pertalite.
Salah satu pengguna roda dua yang mengisi pertamax Rina Hariyati mengaku rutin mengisi motornya dengan pertamax.
Ia mengaku telah mengetahui kenaikan harga pertamax pada, Rabu (10/6/2026) pagi.
"Sebenarnya tahu kalau naik, tapi tetap saja kaget karena naiknya sekitar Rp 4 ribu," ungkapnya.
Rina menceritakan, informasi kenaikan harga diterimanya melalui obrolan antar teman.
Saat hendak mengisi BBM, Rina menyempatkan memberi pertanyaan terkait harga.
Ternyata kenaikan harga pertamax benar terjadi. Alhasil, jumlah pembelian pertamax miliknya berkurang dari hari biasanya.
Baca Juga: Akhiri Vakum 18 Tahun, Dee Lestari Rilis Album (Jangan) Jatuh Cinta dan Bersiap Terbitkan Buku Puisi
Perempuan asal Kelurahan Wates itu, mengaku terbiasa mengisi pertamax setiap seminghu sekali.
Bermodal Rp 25 ribu, biasanya ia memperoleh sekitar dua liter pertamax.
Namun, semenjak kenaikan uang tersebut tak dapat membeli dua liter bbm.
"Biasanya untuk kerja, kalau di harga sebelumnya masih bisa terjangkau," ungkapnya.
Rina menjelaskan, sebagai pekerja kebutuhan BBM untuk transportasi tak bisa dihindarkan.
Sehingga, ia hanya bisa menghemat konsumsi dan membatasi pembelian BBM.
Baginya beralih ke pertalite menjadi pertimbangan.
Namun, pilihannya tetap jatuh ke pertamax. Lantaran pertimbangan keawetan mesin.
Baca Juga: App-Hopping dari Satu Aplikasi ke Aplikasi yang lain? Ini Alasan di Baliknya!
Sementara itu, kekhawatiran akan naiknya harga BBM pertalite disampaikan Embun Yuniarti.
Perempuan asal Kapanewon Pengasih itu, mengaku kenaikan harga pertamax akan merembet ke jenis BBM subsidi.
"Ada kekhawatiran kalau pertalite ikut naik nanti," ungkapnya.
Embun menjelaskan, sengaja membeli pertalite dibanding pertamax.
Lantaran, harga pertamax kini tak masuk hitungannya.
Mengingat selisih harga pertamax dan pertalite mencapai Rp 6 ribu.
Kenaikan harga pertamax dinilai akan sangat berpengaruh ke ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Kabar Gembira untuk Gamer! Resident Evil Code: Veronica Remake Dikabarkan Bakal Dirilis pada 2027
Pasalnya, harga pertamax yang baru diumumkan kurang dari 24 jam itu dinilai memberatkan.
Terutama di tengah ekonomi yang tak stabil dan harga beberapa komoditas pokok melonjak drastis. Ia berharap pemerintah segera mengeluarkan jalan tengah. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva