KULON PROGO - Pertamina menaikkan harga BBM Nonsubsidi per hari ini, Rabu (10/6/2026).
Harga BBM jenis pertamax melambung dan dampaknya dirasakan masyarkat luas.
Kondisi ini, memicu peralihan pola konsumsi BBM nonsubsidi masyarakat.
Yang semula menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi,
Kepala Unit SPBU 44.55.602 Wates Linda Kusdahliyana menyampaikan, kenaikan harga BBM nonsubsidi berjenis pertamax dan pertamax green 95 dirasa mendadak.
Pengumuman kenaikan harga biasanya disampaikan h-1 sebelum kenaikan.
"Tadi malam pukul 23.00 WIB baru menerima informasi kenaikan harga, biasanya pukul 22.00 WIB sehari sebelum penerapan," ucap Linda, saat ditemui Radar Jogja, Rabu (10/6/2026).
Linda menjelaskan, SPBU yang dikelolanya menyediakan empat jenis BBM.
Di antaranya, pertalite, pertamina dex, pertamax, dan solar.
Dua jenis BBM, yaitu pertamax dan pertamina dex mengalami penyesuaian harga.
Pertamax kini dibanderol harga Rp 16.250 dari sebelumnya Rp 12.300 ribu.
Sedangkan pertamina dex mengalami penurunan harga dari Rp 27.900 menjadi Rp 24.800.
Baca Juga: Pelatih Mozambik Akui Kekuatan Indonesia dan Yakin Skuad Garuda Bisa Lolos Piala Dunia 2030
Penyesuaian harga ini diumumkan oleh Pertamina dan berlaku bagi seluruh SPBU Pertamina di seluruh Indonesia.
Penyesuaian harga bbm nonsubsidi ini belum dirasakan dampaknya di hari pertama penerapan.
Lantaran, pengalaman pihaknya perubahan pola pembelian masyarakat baru terlihat sehari setelah penerapan.
"Ini masih normal, tetapi prediksinya akan banyak yang beralih ke subsidi," ungkapnya.
Dampak kenaikan BBM nonsubsidi diprediksi akan berpengaruh ke pola pembelian masyarakat.
Masyarakat yang biasanya menggunakan pertamax akan beralih ke pertalite yang dinilai lebih murah dan mudah dijangkau.
Baca Juga: Babak Baru Korupsi Kuota Haji: Dua Bos Biro Travel Nyusul ke Sel Tahanan
Lebih lanjut, pihaknya mendapat informasi akan banyaknya masyarakat yang mendaftar akun penerima BBM subsidi di My Pertamina.
Sehingga, potensi lonjakan konsumsi BBM subsidi khususnya pertalite akan terjadi.
"Sejauh ini distribusi BBM cukup lancar, walau ada kuota maksimal pemesanan," ungkapnya.
Linda menjelaskan, beberapa waktu lalu Pertamina sempat mengeluarkan kebijakan pembatasan jumlah distribusi BBM subsidi.
Hal ini dilakukan, agar setiap SPBU menerima BBM yang merata.
Walau begitu, setiap kali BBM subsidi habis, pihaknya tak mengalami kendala pengiriman atau terkena pembatasan kuota.
Baca Juga: Resmi Berlaku Hari Ini, Pertamina Naikkan Harga BBM Pertamax dan Pertamax Green
Sejauh ini rata-rata konsumsi harian BBM berjenis pertalite mencapai 9 ribu liter.
Konsumsi harian ini diprediksi meningkat sebesar 10 persen.
Sedangkan untuk konsumsi harian pertamax akan stabil di dua ribu liter. Lantaran, SPBU-nya menjadi jujugan kendaraan plat merah.
Data Grafis Pertamina:
1. Pertalite Rp 10 Ribu tidak ada kenaikan
2. Solar Rp 6.800 tidak ada kenaikan
3. Pertamax Rp 16.250 sebelumnya Rp 12.300
4. Pertamina Dex Rp 24.800 sebelumnya Rp 27.900
5. Konsumsi harian di SPBU Wates pertalite 9 ribu liter, solar 7 ribu liter, pertamax 2 ribu liter, pertadex 300 liter
(gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva