KULON PROGO - Kebijakan Pemkab Kulon Progo untuk OPD aktif bermedia sosial (medsos) justru terkesan timpang. Lantaran, banyaknya uji coba peretasan yang berhasil membuat akun media sosial dan website OPD lumpuh total.
Pantauan Radar Jogja selama dua pekan terakhir, uji coba peretasan telah terjadi di beberala akun OPD. Diantaranya, website E-SPTPD milik BKAD Kulon Progo yang telah diretas menjadi website promosi Judol di akhir Mei 2026. Paling terbaru, peretasan terjadi pada akun media sosial milik RSUD Nyi Ageng Serang (NAS) yang memposting giveaway.
Direktur RSUD NAS Theodola Baning Rahayujati membenarkan akun medsos instagram berhasil diretas oleh pihak yang tak bertanggungjawab. Akun diretas selama beberapa jam untuk postingan give away emas.
Baca Juga: Harga MinyaKita Non Subsidi Naik, Pedagang Kulon Progo Kesulitan Mencari Minyak Subsidi
"Langkah kami langsung mencoba mengambil alih akun kembali, dan menyebarkan informasi kalau akun kami diretas," ucap Baning, Selasa (9/6).
Baning menjelaskan, akun medsos kembali diambila alih pihaknya, Selasa (9/6) pagi. Pihaknya melalui medsos langsung mengklarifikasi kejadian itu melalui medsos. Sebelumnya, RSUD NAS juga menyebarkan berita peretasan itu melalui kanal medsos milik pemkab untuk mencegah masyarakat tertipu.
Berkat kesigapan timnya, akun medsos berhasil pulih. Namun, pihaknya mendapatkan laporan terkait satu korban yang tertipu postingan giveaway. Pihaknya berharap agar korban segera melapora dengan barang bukti.
Usai kejadian itu, Baning mengupayakan peningkatan keamanan siber pada pengelolaan media sosial. Salah satunya caranya dengan membatasi admin yang dapat masuk ke media sosial.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo Chris Agung menuturkan, kejadian peretasan sudah terjadi beberapa kali. Kejadian itu, diharapkan menjadi pembelajaran pengelolaan medsos setiap OPD.
"Digitalisasi OPD ini memang menjadi prioritas karena arahan pemerintah pusat daerah," ungkapnya.
Chris menjelaskan, OPD di Bumi Binangun memang didorong untuk aktif bermedia sosial. Tujuannya, untuk memberikan sosialisasi program OPD ke masyarakat luas. Namun, tantangan aktif bermedia sosial tak hanya masalah konsisten mengunggah konten.
Lebih jauh dari itu, OPD harus mengutamakan keamanan siber. Mulai dari media sosial hingga website. Akun medsos OPD memiliki potensi menerima serangan peretasan hingga upaya phising. Sehingga, perlu pengamanan akun yang ketat.
Sejauh ini, Diskominfo Kulon Progo terus mendampingi OPD dalam program literasi digital. Diskominfo selalu menakankan pentingnya keamanan di ruang digital. Salah satu cara efektifnya, dengan membatasi jumlah orang yang mengakases akun sebagai admin. Pembatasan dapat meminimalisir potensi peretasan. (gas)
Editor : Heru Pratomo