Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Raih Predikat Terbaik se-Jawa Bali, Sektor Informal Diklaim Jadi Tulang Punggung Penyerapan Pengangguran di Kulon Progo,

Anom Bagaskoro • Selasa, 9 Juni 2026 | 15:40 WIB
SEKSAMA: Pencari kerja melirik papan berisikan lowongan pekerjaan di Job Fair 2025. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
SEKSAMA: Pencari kerja melirik papan berisikan lowongan pekerjaan di Job Fair 2025. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

 

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo meraih predikat terbaik 1 se-Jawa Bali dalam penurunan tingkat pengangguran.

Di balik itu, pengangguran terserap di sektor informal, terutama sektor pariwisata.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan, predikat terbaik di kategori penurunan tingkat pengangguran merupakan hasil kerja keras masyarakat Bumi Binangun.

Pasalnya, pemerintah hanya mampu memberikan kebijakan pembukaan job fair hingga investasi yang dapat menyerap tenaga kerja.

Baca Juga: KPK Guncang Muara Enim, Bupati Edison Terjaring OTT Terkait Kongkalikong Proyek

"Pengangguran mampu diserap berkat sektor informal," ucap Agung, Selasa (9/6/2026).

Sektor informal yang menjadi penopang perekonomian di Bumi Binangun berasal dari beragam bidang.

Mulai dari pariwisata hingga jasa.

Sektor informal biasanya merupakan usaha kecil yang memproduksi barang atau jasa.

Umumnya, mereka tak tercatat secara hukum dan beroperasi tanpa perjanjian kerja formal.

Agung menjelaskan, sektor informal menjadi tulang punggu penyerapan angka pengangguran di Bumi Binangun.

Bahkan sektor informal di bidang pariwisata sedang naik daun.

Pasalnya, daerah perbukitan seperti Girimulyo dan Samigaluh mampu menyerap masyarakat untuk bekerja di sektor pariwisata.

Baca Juga: Selama Seminggu Rumah Api Seyegan akan Diguyur Air Kapur, Ini Alasannya

Geliat pariwisata di selatan turut menyumbang penurunan angka pengangguran.

Bermunculan cafe viral setidaknya mampu menyerap ratusan pekerja sekitar.

Sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Sektor informal di bidang UMKM turut menjadi penyerap angka pengangguran.

Ia berterimakasih ke pelaku UMKM yang membuka usaha dan menyerap tenaga kerja.

 Menurutnya, UMKM berperan dalam menyerap tenaga kerja dan menggelorakan perekonomian daerah.

Baca Juga: Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA: KPK Geledah Rumah Eks Wamen Imipas Silmy Karim, Belasan Kendaraan Mewah dan Valas Disita

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulon Progo Bambang Sutrisno menjelaskan, bangkitnya sektor UMKM dan pariwisata membuat angka pengangguran turun drastis.

Kedua sektor ini, efektif menekan angka pengangguran tak lebih dari dua persen.

"2023 sampai 2025, Kulon Progo menjadi kabupaten se DIY yang memiliki angka pengangguran terendah," ungkapnya.

Selain sektor informal, penyerapan tenaga kerja pada sektor formal cukup memberikan dorongan besar.

Pihaknya terus mengupayakan penyelenggaraan job fair untuk menyajikan lowongan kerja baik lokal hingga luar daerah. Tujuannya, agar angkatan kerja dapat terserap. 

Baca Juga: Kaderisasi Pondasi dan Jantung Masa Depan Partai Politik, DPW PKB DIJ Targetkan Tingkatkan Enam Ribu Kader

Adapun data tingkat pengangguran terbuka Disnaker, adalah sebagai berikut:
1. 2021 3,69 persen
2. 2022 2,80 persen
3. 2023 2,40 persen
4. 2024 2,01 persen
5. 2025 2,14 persen

Untuk data 2025, tingkat pengangguran terbuka di sektor formal mencapai 37,98 persen, sementara informal 62,02 persan. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Bupati Kulon Progo Agung Setyawan #pengangguran #Kulon Progo #sektor informal #predikat