Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hasil Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat, Jenjang SD Minim Peminat Gegara Sistem Boarding School

Anom Bagaskoro • Minggu, 7 Juni 2026 | 10:14 WIB
DIKEBUT: Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalurahan Gulurejo terus diupayakan - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
DIKEBUT: Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalurahan Gulurejo terus diupayakan - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA

KULON PROGO - Penjangkauan calon siswa sekolah rakyat (SR) di Bumi Binangun belum selesai. Lantaran, pada jenjang sekolah dasar minim peminat, akibat sistem boarding school.

Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kulon Progo Sulir menjelaskan, operasional sekolah rakyat akan segera berjalan. Sekolah rakyat di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah akan menampung siswa untuk tiga jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SMA.

"Hasil penjangkauan sementara, calon siswa yang berminat ada 285 orang," ucap Sulir, Minggu (7/6).

Baca Juga: Brasil 2-1 Mesir, Endrick Cetak Gol Kemenangan Tim Samba Jelang Bergulirnya Piala Dunia 2026

Sulir menyampaikan, penjangkauan merupakan metode identifikasi dan perekrutan aktif oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk anak-anak atau calon siswa SR.

Lantaran, SR tak membuka pendaftaran siswa baru. Penjangkauan memiliki sasaran, anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, atau desil satu dan dua.

Hasil penjangkauan menunjukkan, minat calon siswa pada jenjang SMP dan SMA cukup tinggi. Dari kuota 90 siswa pada setiap jenjangnya, SMP dan SMA memiliki peminat lebih dari 100 siswa. 

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Kepala BNNP DIY Faried Zulkarnain, Sebut Keluarga Jadi Kekuatan Meniti Kariernya di Kepolisian

Kondisi ini justru berkebalikan dengan hasil penjangkauan siswa di jenjang SD. Hingga kini peminat SR pada jenjang ini, bisa dihitung jari.

Minimnya peminat di jenjang ini, disebabkan restu orangtua. Banyak orangtua yang belum merelakan anaknya bersekolah di SR.

"Orangtua belum tega melepas anak, yang harus bersekolah di sistem asrama," ucapnya.

Perlu diketahui siswa SR akan hidup dalam sistem boarding school yang mengharuskan untuk tinggal di asrama.

Sistem ini memastikan, pendidikan dan pola sosial anak di dalam kawasan SR. Sehingga, orangtua mempertimbangkan kehidupan anak di asrama.

Kendati kurang peminat, pihaknya mengupayakan untuk terus melakukan penjangkauan siswa.

Petugas pendamping PKH didapuk menjadi garda terdepan dalam menjangkau calon siswa. Pihaknya turut berkolaborasi dengan karang taruna, pendamping TKSK, dan Resos. 

Baca Juga: SDN Kintelan 2 Jogja Kenalkan Lingkungan Belajar lewat Fun Trial Class, Ajak Puluhan Anak TK Rasakan Sehari Jadi Siswa SD

Proses penjangkauan akan terus dilakukan hingga akhir Juni. Pihaknya terus bekerja keras untuk menjangkau siswa jenjang SD.

Tujuannya, agar kuota sekolah rakyat dapat terpenuhi dan dimanfaatkan oleh keluarga kurang mampu.

Di sisi lain, pada jenjang SMP dan SMA tahapan penjangkauan akan mencapai tahapan pleno. Di tahap ini, calon siswa akan diranking berdasarkan kelayakan siswa. Siswa dengan status desil 1 dan 2, yang terancam putus sekolah akibat ekonomi keluarga akan lebih diutamakan.

Baca Juga: Hari Susu Nusantara 2026, Wamentan Sudaryono Gaungkan Revolusi Susu untuk Anak Indonesia

Sebelumnya, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU Haryo Satriyawan menegaskan proyek pembangunan SR akan terus dikebut. Hal ini dilakukan sesuai jadwal pembangunan yang telah ditetapkan.

"Kami optimis akan selesai akhir Juni nanti," ungkapnya. (gas)

Data Grafis Hasil Penjangkauan Tim PKH
1. Kuota SR untuk siswa domisili KP, 90 SD, 90 SMP, 90 SMA
2. Jumlah peminat, 9 SD, 115 SMP, 161 SMA

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #Sekolah Rakyat #Sekolah Rakyat Kulon Progo