Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Beda Iklim Ekstrem Timur Tengah, Jamaah Haji Kloter 1 YIA Mulai Tiba dengan Keluhan Radang Tenggorokan

Anom Bagaskoro • Rabu, 3 Juni 2026 | 01:23 WIB
Jamaah Haji Kloter 1 YIA Mulai Tiba dengan Keluhan Radang Tenggorokan
Jamaah Haji Kloter 1 YIA Mulai Tiba dengan Keluhan Radang Tenggorokan

 

 

KULON PROGO – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jogjakarta menerapkan protokol ketat dalam pemeriksaan jamaah haji pasca mendarat di Yogyakarta International Airport (YIA).

Jamaah haji harus menjalani sejumlah tahapan untuk memastikan kesehatan dan mengantisipasi penyakit menular dari Timur Tengah.

Kepala Tim Kerja Pelayanan Kesehatan dan Kegawatdaruratan Wisnu Wardani menjelaskan
, jamaah haji akan dibagi menjadi beberapa kategori. Yaitu, kode merah, kuning, dan hijau. Setiap kode memberikan simbol tersendiri.

Baca Juga: Disdikbud Kota Magelang Siapkan Sekolah Berstandar Internasional, Smart School Latih Kemampuan HOTS sejak Dini

Apabila dokter kloter memberikan informasi jamaah haji dengan status darurat, maka status jamah memerlukan tindakan kegawatdaruratan secepatnya. BKK terlebih dahulu melakukan pemeriksaan triase. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kode merah, dokter akan merujuk jamaah ke RSUD Wates.

Untuk jamaah kode kuning, BKK akan mengarahkan pada pemeriksaan di poli debarkasi YIA. Sebelum dipulangkan jamaah haji harus dipastikan stabil. Apabila tertinggal dengan rombongan, jamaah dipulangkan melalui tim kesehatan daerah. Di sisi lain, jamaah haji dengan kode hijau dapat langsung dipulangkan ke daerah asal menggunakan bus. "Pemeriksaan ini digunakan untuk memastikan kesehatan jamaah dan antisipasi penyakit dari luar negeri," ungkapnya.

Wisnu menjelaskan, perjalanan ke Timur Tengah bisa menyebabkan masalah kesehatan bagi jamaah haji. Untuk penyakit ringan berupa influenza dan radang. Lantaran, iklim di Timur Tengah berbeda jauh dengan Indonesia. Selain influenza, petugas turut menskrining penyebaran virus SARS.

Baca Juga: Polda DIY Tetapkan Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji Tersangka Kasus Penyalahgunaan Tanah Kas Desa, Kerugian Negara Lebih Rp 1 Miliar

Kendati temuan nol kasus, virus Sars tetap diwaspadai. Gejala virus ini berupa demam tinggi, nyeri otot, hingga batuk kering. Untuk skrining, petugas kesehatan akan memantau suhu jamaah haji yang memasuki area YIA usai mendarat. Apabila ditemukan jamaah dengan suhu lebih dari 38 derajat celcius, maka petugas akan menerapkan pemeriksaan swab. Pemeriksaan swab mengambil sampel di bagian hidung dan dibawa ke laboratorium.

Sementara itu, Jamaah haji kloter 1 YIA asal Lendah Sukarti menyampaikan sukacitanya. Pasalnya, ia telah menunaikan ibadah haji tanpa terkendala apapun. Bahkan dengan cuaca di Timur Tengah, tubuhnya dapat beradaptasi. Walau saat kepulangan, Sukarti mengalami radang. "Ini agak serak-serak, kemungkinan radang, tapi Alhamdulillah sehat," ungkapnya. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#balai kekarantinaan kesehatan #haji #radang tenggorokan #Kulon Progo #YIA