KULON PROGO - Kawasan sekolah terpadu di Kapanewon Wates diusulkan menjadi sekolah nasional terintegrasi (SNT). Usulan dari Pemkab Kulon Progo ke Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) ini, dilakukan untuk menggaet program pemerintah pusat. Lantaran, Bumi Binangun dinilai siap dari segi lahan dan sarpras yang telah dibangun.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Wahyudi menjelaskan, Bumi Binangun telah memiliki sekolah terpadu di Kalurahan Wates, Kapanewon Wates.
Sekolah tersebut merupakan hasil relokasi dan regrouping dari berbagai sekolah dasar. Di tahun ajaran 2026/202 nanti, SMPN 1 Wates turut direlokasi ke sekolah terpadu.
"SD dan SMP terpadu di Tunjungan, Wates telah kami usulkan untuk menjadi SNT," ucap Nur, Selasa (2/6).
Nur menjelaskan, SNT merupakan program gagasan pemerintah pusat. Program SNT mengupayakan kawasan sekolah yang lengkap, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Tujuannya, memastikan siswa yang bersekolah dapat melanjutkan sekolah tanpa perlu mencari sekolah lain dari luar kawasan. SNT juga difokuskan untuk peningkatan prestasi siswa. Dimungkinkan dalam SNT akan mencetak siswa yang berprestasi.
Dari segi lahan pendirian sekolah, kawasan sekolah terpadu di Wates masih cukup luas. Di samping itu, sarpras sekolah terpadu telah dibangun untuk jenjang SD dan SMP yang ditanggung pemkab selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Molor! Pemohon Keluhkan Pengajuan Izin PBG Lambat, Harus Nunggu 2,5 Tahun: Ini Kata Hasto Wardoyo
Hanya saja pemkab masih melakukan komunikasi dengan pemprov untuk kordinasi pembangunan sekolah di jenjang SMA. Mengingat jenjang SMA merupakan wewenang Pemprov DIJ. Pihaknya meminta agar pemprov mau memangun SMA di lokasi yang telah diusulkan. "Sudah ada verifikasi dan validasi dari kementerian, kami menunggu hasilnya," ungkapnya.
Nur berharap hasil memuaskan dapat dikantongi pemkab. Pasalnya, dengan SNT sektor pendidikan di Bumi Binangun berpotensi meningkat. Lantaran, pengawasan SNT akan lebih terpusat dengan bantuan manajerial yang tepat. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo