KULON PROGO - Ratusan produk UMKM di Desa Wisata Jatimulyo, Girimulyo telah mengantongi sertifikat halal. Terbitnya sertifikat halal ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan Pemkab Kulon Progo.
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan, penyerahan sertifikat halal untuk pelaku usaha desa wisata yang digelar di Rest Area Kembang Tebu, Jatimulyo, Girimulyo merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Kolaborasi berbagai pihak ini, mewujudkan program percepatan sertifikasi halal yang berfokus ke pelaku UMKM di desa wisata.
Baca Juga: Stok Beras RI Tembus 28 Juta Ton, Wamentan Sudaryono Kebut Tanam 750 Hektare Padi di Lamongan Hadapi El Nino
"Program ini diawali sejak Juli 2025 lalu melalui pilot project 20 desa wisata, dan ditingkatkan menjadi 1.500 desa wisata," ucap Widiyanti, saat konferensi pers usai penyerahan sertifikat, Minggu (31/5).
Widi menyampaikan, sampai dengan 30 Mei 2026 program ini berhasil merangkul 1.116 desa wisata dan telah menghasilkan 31 ribu sertifikat halal. Termasuk Desa Wisata Jatimulyo yang telah mengantongi sertifikat halal untuk 139 produk UMKM dari 123 pelaku usaha.
Sertifikat halal, menurutnya, tak sekedar surat pemenuhan administrasi atau pemasangan logo semata. Kepemilikan sertifikat halal bagian dari pembentukan ekosistem pariwisata Indonesia yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Di samping itu, produk UMKM dapat naik kelas dengan keberadaan sertifikat.
Selain itu, kepemilikan sertifikat halal untuk pelaku usaha di sektor wisata dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan. Wisatawan domestik dan mancanegara dapat merasa aman dan percaya dengan jaminan halal yang dimiliki pelaku usaha. Alhasil, sertifikat halal dapat meningkatkan perekonomian di tingkat UMKM lokal.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengapresiasi langkah percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Paslanya, geliat pariwisata di Bumi Binangun terus berkemban, terutama di wilayah Jatimulyo yang merupakan kawasan Perbukitan Menoreh. "Sertifikat halal menjadi jaminan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan," ungkapnya.
Pemberian label halal di setiap produk UMKM desa wisata dipercaya menjadi magnet baru bagi pengunjung. Pasalnya, ekosistem pariwisata bergantung pada rasa percaya wisata. Kehadiran produk halal bersertifikat mampu menjadi sarana mewujudkan dan meningkatkan kepercayaan. (gas)