Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jogja Agro Park Mulai Dikembangkan Secara Serius, Perkuat Mall Pertanian Hingga Menjadi Destinasi Wisata

Anom Bagaskoro • Minggu, 31 Mei 2026 | 15:27 WIB
ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
CEK: Aris menjelaskan pengembangan Jogja Agro Park untuk beragam budidaya.
ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA CEK: Aris menjelaskan pengembangan Jogja Agro Park untuk beragam budidaya.

KULON PROGO - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY mulai serius dalam mengembangkan potensi Jogja Agro Park (JAP), di Kapanewon Nanggulan. Arah pengembangan mengupayakan penguatan mall pertanian hingga menjadi destinasi wisata.

Kepala DPKP DIY  Aris Eko Nugroho menjelaskan, tahun 2026 ini JAP mulai berbenah. Beberapa target sengaja dipasang untuk pengembangan JAP agar lebih terukur. Mulai dari pengembangan green house, mall pertanian, hingga target menjadi destinasi wisata.

"Kami sedang berbenah, salah satu bentuknya berupa inovasi di beragam zona," ucap Aris, Minggu (31/5).

Aris menjelaskan, JAP berdiri di tanah seluas 18,8 hektare yang terbagi menjadi beberapa zona. Setiap zona nantinya, akan dikembankan menjadi wilayah khusus yang dikonsep dengan mengangkat komoditas pertanian atau peternakan. Ia mencontohkan, Zona B yang terletak di bagian barat JAP akan dikembangkan sebagai wilayah tanaman green house dengan 10 inovasi.

Baca Juga: Arsenal Masih Gagal Raih Trofi Eropa, Admin Chelsea: Silahkan Kunjungi Rumah Trofi di London

Komoditas yang ditanam di zona B akan meliputi tanaman sayur hidroponik, tanaman hias, hingga buah. Pengembangan setiap zona diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang telah terbangun. Apabila mengalami kendala dalam pembangunan sarpras, pihaknya mengupayakan pendanaan melalui CSR.

Pihaknya turut menggagas JAP menjadi mall pertanian di DIJ. Pasalnya, produk pertanian di JAP nantinya akan dapat diperjualbelikan. Sehingga, masyarakat datang ke JAP tak hanya mendapatkan pengalaman wisata, tapi bisa berbelanja produk pertanian.

 "Kami memang belum sampai ke penelitian khusus, tetapi kami membuka kolaborasi untuk pengembangan bibit," ucapnya.

JAP nantinya akan menjadi sarpras penelitian sektor pertanian di DIJ. Hal ini diawali dengan beberapa kolaborasi dalam menguji beberapa bibit jenis tanaman. Diantaranya tanaman melon yang diuji dan dibandingkan melalui penanaman tiga jenis melon.

Beragam pengembangan di JAP nantinya akan memantik kunjungan wisata. Lantaran, tujuan awal dibagunnya JAP untuk menghadapi aerotropolis dan penyangga wisata berbasis bandara. Tahun 2025 lalu, JAP mendapat 10 ribu kunjungan, sehingga pihaknya membidik target lebih dari 10 ribu kunjungan di tahun ini. (gas)

Editor : Bahana.
#dinas pertanian #Pemkab Kulon Progo