Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bahasa Inggris Masuk Kurikulum Sekolah Dasar, Disdikpora Kulon Progo Pastikan Sekolah Siap

Anom Bagaskoro • Jumat, 29 Mei 2026 | 16:39 WIB
Kepala Disdikpora Kulon Progo Nur Wahyudi. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
Kepala Disdikpora Kulon Progo Nur Wahyudi. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

KULON PROGO - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo memastikan bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran di jenjang sekolah dasar (SD).

Penyesuaian kurikulum untuk mapel bahasa Inggris bahkan telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Kepala Disdikpora Kulon Progo Nur Wahyudi mengatakan regulasi ini sesuai dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar Menengah Nomor 13 Tahun 2025. 

Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Tak Dilibatkan Soal Pengisian Tendik Sekolah Rakyat

Regulasi itu menetapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang SD pada tahun ajaran 2027/2028.

"Memang sudah ada regulasinya, tetapi di Kulon Progo penyesuaian dan penerapan telah dilakukan tahun sebelumnya," ucap Nur, Jumat (29/5/2026).

Nur menjelaskan, penerapan mapel bahasa Inggris telah dilakukan sejak tahun ajaran 2025/2026.

Hal ini dilakukan agar saat pelaksanaan di tahun ajaran selanjutnya dapat berjalan optimal.

Baca Juga: Regenerasi jadi Kunci, Pawai Takbir IRM Jambidan bisa Bertahan 30 Tahun

Keberadaan mapel bahasa Inggris di jenjang SD hanya terbatas di kelas tiga hingga enam.

Kurikulum mapel bahasa Inggris juga hanya difokuskan pada pengenalan kata dasar, dan belum mencapai tahap kalimat rumit.

Tujuan kurikulum ini digunakan untuk membiasakan penggunaan bahasa Inggris, termasuk menarik siswa agar berminat dengan mapel tersebut.

Kendati telah menerapkan kurikulum mapel bahasa Inggris, Disdikpora mengakui adanya kekruangan pada guru bahasa Inggris.

Baca Juga: Kampanyekan Kendaraan Bebas Emisi, Rangkaian HUT Pemkot Jogja Jogja Bakal Musnahkan 50 Bentor 

Kebnayakan pengajar di sekolah dasar merupakan wali kelas, sehingga tak terbiasa mengajar bahasa Inggris.

"Sebenarnya belum ada guru khusus, tetapi kami mengupayakan untuk bimtek guru," unkapnya.

Untuk mengejar ketertinggalan guru khusus bahasa Inggris, mapel akan tetap diampu guru kelas.

Guru kelas telah mendapat pembekalan mapel bahasa Inggris. Tujuannya, agar dapat menyesuaikan meteri agar dapat tersampaikan ke siswa.

Baca Juga: Prof Erma Yulihastin: Fase Kering Mulai Muncul di Selatan Indonesia, Jawa Siap Masuk Kemarau Konsisten Akibat El Niño

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Wates Sugeng Widadi menyampaikan, pentinnya pemahaman bahasa Inggris bagi siswa lulusan SD.

Lantaran, siswa di jenjang SMP akan memperdalam awasan bahasa inggris di tingkat ini.

Apabila tak memiliki dasar kosa kata, siswa akan kesulitan beradaptasi.

"Bahasa Inggris bahasa universal, kalau ditanamkan sejak SD siswa akan mudah mengikuti di jenjang selanjutnya," ungkapnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Disdikpora Kulon Progo #bahasa inggris #sekolah dasar #kurikulum #mapel