KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo mulai memperdalam penyusunan rintisan kawasan ekonomi kreatif (KEK). Terdapat dua KEK yang sedang dalam proses penyusunan dan segera ditetapkan. Di antaranya, KEK Pansela Kuntul Gunung dan KEK Gelangprojo.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, Pemprov DIY mengarahkan agar Kulon Progo segera membentuk KEK. Tujuannya mengembangkan potensi lokal sebagai daya tarik wisata dan industri kreatif lainnya. KEK yang perlu dikembangkan adalah kawasan pansela dan perbukitan.
"Kami diminta untuk merintis pengembangan KEK Pansela Kuntul Gunung dan Gelangprojo," ucap Agung, Rabu (27/5/2026).
Agung menjelaskan, KEK Pansela Kuntul Gunung berfokus pada kolaborasi antar kabupaten. Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul diminta mengembangkan sektor wisata di kawasan pantai selatan DIY.
Pengembangan KEK akan memusatkan sektor wisata sebagai tulang tumpu. Saat ini, pemkab masih menggodok kebijakan untuk mendukung rintisan KEK. Tujuannya, untuk memberikan regulasi serta kebijakan terkait wisata di sektor sport tourism dan agro tourism.
Selain KEK Kuntul Gunung, pemkab telah mulai merintis KEK Gelang Projo yang terhubung dengan kawasan Borobudur. Rintisan KEK Gelang Projo berfokus pada pengembangan kawasan Perbukitan Menoreh.
Kajian dan penyusunan telah dilakukan, kini hanya menunggu penetapan oleh pemerintah pusat.
"Kalau itu ditetapkan, harapannya masalah infrastruktur di Perbukitan Menoreh dapat ditanggung pusat," ungkapnya.
Baca Juga: Komisi D DPRD DIY Soroti Kekerasan Jalanan Anak, Peran Keluarga Faktor Utama dalam Pengawasan Anak
Pengembangan KEK tak hanya untuk memperlihatkan potensi daerah. Namun, memberikan peluang ke daerah untuk mendapat sokongan pembangunan pengembangan kawasan.
KEK Gelang Projo yang terhubung dengan Kawasan Badan Otoritaria Borobudur berpotensi menarik dukungan pemerintah untuk mengucurkan anggaran, khususnya di Infrastruktur. (gas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita