KULON PROGO - Warga Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah punya cara unik membagikan daging sapi bantuan masyarakat (banmas) dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Bukan dengan plastik, daging kurban dibagikan menggunakan wadah ramah lingkungan yang sering disebut sebagai dekon atau sarangan.
Lurah Ngentakrejo Sumardi menyampaikan, pembagian daging kurban menerapkan prinsip ramah lingkungan.
Hal ini mengacu pada himbauan Bupati Kulon Progo untuk mengurangi timbulan sampah plastik di prosesi pembagian hewan kurban.
"Berkat dukungan masyarakat secara swadaya, kami membagikan daging dengan menggunakan sarangan atau dekon," ucap Sumardi, Rabu (27/5/2026).
Selain itu warga memiliki komitmen untuk mengurangi penggunaan plastik.
Plastik menjadi masalah serius.
Karena dapat menjadi timbulan sampah yang sulit diurai.
Baca Juga: Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Prabowo Disembelih Sasar 600 KK di Enam Padukuhan Kulon Progo
Di samping itu, harga plastik masih melambung tinggi.
Dari pada membeli plastik dan menjadi sampah, pihaknya lebih memilih menggunakan bahan lokal yang kerap dijumpai.
Dekon atau yang dikenal warga sebagai sarangan terbuat dari daun kelapa tua yang bewarna hijau.
Daun kelapa dirangkai agar membentuk wadah dan dilapisi daun jati.
Dua bahan utama ini dipilih karena kerap dijumpai di sekitar lokasi penyembelihan.
Baca Juga: Beringharjo Great Sale Dongkrak Transaksi Digital di Pasar Rakyat Hingga Rp 60 Miliar
Selain ramah lingkungan, pembuatan dekon merupakan upaya pelestarian budaya.
Pada zaman dulu dekon kerap digunakan sebagai wadah makanan saat acara-acara tertentu.
Sehingga tetap perlu pelestarian agar tak lekang oleh jaman.
"Disiapkan sekutar 600-an wadah menyesuaikan dengan jumlah penerima," ujarnya.
Pembuatan dekon menyesuaikan dengan jumlah penerima daging bantuan presiden.
bergotong royong untuk mencukupi kebutuhan wadah. Bahkan warga juga melakukan swadaya agar pembuatan dekon dapat berjalan lancar.
Sementara itu, warga sekitar Kuato mengaku antusias dengan pembuatan dekon.
Pasalnya, cukup jarang sarangan ditemukan di era digital ini.
Kebanyakan saat pembagian hewan kurban menggunakan platik karena praktis.
"Lebih hemat dan ramah lingkungan, sekaligus melestarikan warisan jaman dulu," ungkapnya.
Kuato menceritakan, pembuatan dekon tergolong mudah, untuk satu wadah hanya diperlukan waktu dua sampai tiga menit.
Pembuatan diawali dengan mengayam delapan helai daun kelapa tua yang masih bewarna hijau.
Dari ayaman itu, setiap ujuang akan diikat menyerupai wadah.
Saat daging sudah ditimbang, sarangan akan dilapisi daun jati di bagian bawah.
Kemudian daging dimasukkan ke dalam dekon dan ditutup daun jati.
Dekon kemudian diikat di setiap empat sisinya agar mudah dibawa penerima. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva