KULON PROGO - Sapi bantuan masyarakat (banmas) dari Presiden RI Prabowo Subianto telah disembelih hari ini, Rabu (27/5/2026).
Daging kurban tersebut akan dibagikan kepada 600 penerima (KK).
Setiap penerima diperkirakan mendapatkan 0,5 kilogram yang berada di empat kalurahan dengan total enam padukuhan sekitar lokasi penyembelihan.
Lurah Ngentakrejo Sumardi menyampaikan, penyembelihan dilakukan secara gotong royong dipandu juru sembelih halal (Juleha).
Baca Juga: Bawa Persija Jakarta Finis di Tiga Besar, Mauricio Souza Tulis Pesan Perpisahan
Ia juga ditunjuk sebagai personel yang melakukan penyembelihan.
"Hari ini dilakukan penyembelihan sapi banmas, kami menyiapkan Juleha dan dibantu warga sekitar," ucap Sumardi, saat ditemui awak media di lokasi penyembelihan, Rabu (27/5/2026).
Penyembelihan digelar di halaman Masjid Al Maun, Padukuhan Pereng, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah sekitar pukul 10.45 WIB.
Penyembelihan tak memakan waktu cukup lama hanya membutuhkan waktu 15 menit.
Waktu paling banyak digunakan untuk merobohkan tubuh sapi berbobot 838 kilogram dengan tinggi 170 cm.
Sumardi menjelaskan, sapi berjenis peranakan ongole (PO) bernama Seto itu cenderung tenang saat dirobohkan.
Sehingga, tak banyak waktu terbuang saat dirobohkan.
Sebelumnya, sapi Seto merupakan hewan ternak milik Sutarna Guru SMPN 1 Nanggulan dan dibeli oleh negara sebagai sapi bantuan masyarakat.
Menjelang Idul Adha Sapi tersebut dibawa ke Kalurahan Ngentakrejo untuk menunggu waktu penyembelihan.
"Datangnya hari Senin, selama di masjid ini warga bergantian saling menjaga," ucapnya.
Sumardi mengaku, bantuan sapi tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakatnya.
Lantaran, ada 600-an KK atau penerima yang tersebar di empat kalurahan dan enam padukuhan.
Pihaknya memprediksi bobot daging bersih akan lebih dari 350 kilogram.
Prediksi ini akan dijadikan dasar setiap penerima mendapat setengah kilogram.
Sementara itu, Dokter Hewan Pendamping Kurban Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Joko Purnomo menjelaskan, pihaknya diminta mendampingi proses penyembelihan.
Bahkan sebelum dikirim ke lokasi, sapi mendapat pemeriksaan.
"Sudah kami pastikan melalui uji laboratorium sebelumnya, dipastikan bebas PMK, LSD, dan cacing hati," ungkapnya.
Joko menyampaikan, pemeriksaan juga dilakukan pasca penyembelihan atau post mortem.
Terutama dibagian hati, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan cacing tak ditemukan. Sehingga dipastikan layak konsumsi. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva