KULON PROGO - Tahun 2025 lalu, Pemkab Kulon Progo menandatangani kerjasama dengan LLDIKTI Wilayah 5 Jogjakarta. Kerjasama berupa kolaborasi 33 perguruan tinggi se-DIJ untuk ikut membangun Bumi Binangun melalui riset hingga pengabdian. Kolaborasi ini, mulai terlihat hasilnya di tahun 2026 ini.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, kerjasama dengan perguruan tinggi se-DIJ mulai membuahkan hasil. Padahal di awal pembentukan kerjasama, hanya berkutat pada peningkatan sumberdaya manusia. Namun, hasil konkritnya dapat terlihat di tahun ini.
"Contohnya pengabdian masyarakat di sekitar objek wisata Giri Sembung yang berhasil memberikan instalasi air bersih," ucap Agung, Selasa (26/5).
Baca Juga: Polda DIY Pastikan GMS Bebas Gelar Ibadah setelah Izin Beres
Agung menjelaskan, hasil konkrit dari kerjasama dengan perguruan tinggi dapat dilihat dan dirasakan masyarakat luas. Paling terlihat ada pada pengabdian masyarakat yang berhubungan dengan masalah infrastruktur dan kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan, Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengemas pengabdian masyarakat dengan memberikan bantuan instalasi air bersih.
Selain infrastruktur, kerjasama dengan perguruan tinggi dapat dirasakan hasilnya di sektor pemberdayaan masyarakat. Lantaran, banyak perguruan negeri di DIJ mulai menyasar Bumi Binangun sebagai lokus pengabdian berbasis masyarakat.
Baca Juga: Hanyut Sejauh Delapan Kilometer di Sungai Progo, Pencari Ikan Asal Borobudur Ditemukan Tewas
"Dengan kerjasama baik penelitian kami bisa mengoptimalkan anggaran yang kecil," ucapnya.
Kehadiran perguruan tinggi memastikan hasil riset dan penelitian yang berlokasi di Kulon Progo dapat diadopsi menjadi kebijakan untuk pemerintah. Salah satu contohnya, pemetaan potensi desa yang dapat dikembangkan untuk membuat kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat. (gas)
Editor : Heru Pratomo