KULON PROGO – Jajaran Polres Kulon Progo bergerak cepat menyikapi keresahan masyarakat terkait temuan paket misterius berisi mainan berbentuk pocong yang diterima oleh warga Padukuhan Bangeran, Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah. Korps Bhayangkara kini tengah mendalami asal-usul pengiriman paket yang sempat memicu trauma bagi penerimanya tersebut.
Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, membenarkan adanya laporan mengenai temuan paket tidak dikenal itu. Sebagai langkah awal, pihak Polres langsung menginstruksikan personel Polsek Lendah untuk turun ke lapangan guna meninjau kondisi penerima sekaligus memeriksa paket misterius tersebut.
"Kami akan segera mendalami kasus tersebut, terutama untuk melacak asal dari paket pengiriman," tegas Iptu Sarjoko, Senin (25/5).
Langkah proaktif dari kepolisian ini diambil menyusul mencuatnya kekhawatiran warga yang menghubungkan kejadian ini dengan isu liar mengenai pencurian bermodus pocong jadi-jadian. Meski isu pencurian tersebut dipastikan hoaks, teror kiriman boneka ini tetap menimbulkan keresahan nyata bagi situasi kamtibmas di lingkungan sekitar.
Paket berisikan dua buah boneka kain putih yang menyerupai pocong itu sendiri diterima oleh pasangan Sujarwo dan Eva Setyawati pada Senin (25/5) pagi sekitar pukul 09.00 . Eva mengaku awalnya tidak menaruh curiga karena kurir yang mengantar sudah biasa berlangganan mengirim paket ke rumahnya.
"Kurirnya menanyakan apakah benar alamat paket tersebut. Ternyata paket itu atas nama suami saya, jadi langsung saya terima," ungkap Eva saat ditemui di kediamannya.
Baca Juga: DJI Minta Posisi Jamu Tak Disalahartikan, Bisa Jadi Pendamping Obat dengan Aturan Tertentu
Kecurigaan baru muncul lantaran paket tersebut sudah dalam kondisi lunas dibayar oleh pengirim, bukan sistem COD yang biasa dipesan suaminya. Saat dibuka sebagian, Eva terkejut bukan main mendapati sepasang boneka pocong di dalam kardus berlakban. Karena syok, ia langsung membuang paket tersebut dan belum berencana melapor resmi ke polisi.
Di dalam paket sebenarnya terselip secarik kertas dari penjual yang menyatakan bahwa barang tersebut murni pesanan mainan tanpa unsur gaib, serta menyarankan untuk dibakar saja jika penerima merasa menjadi korban salah kirim atau prank. Kendati demikian, setelah diperiksa, nomor resi dan alamat pengirim asli sama sekali tidak mencantumkan data yang jelas.
Melalui penanganan intensif dari Polres Kulon Progo dan Polsek Lendah, kepolisian berharap dapat segera mengungkap motif sekaligus identitas oknum di balik pengiriman paket gelap ini guna mengembalikan rasa aman masyarakat.
Editor : Heru Pratomo