KULON PROGO - Objek wisata paralayang Giri Sembung, di Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang siap beroperasi tahun ini.
Akan tetapi, akses jalan menuju objek wisata ini justru mengalami kerusakan diduga akibat aktivitas pembangunan.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyoroti kerusakan akses jalan menuju objek wisata itu.
Jalan menuju Giri Sembung dinilai berbukit dan mengalami kerusakan parah.
Baca Juga: Sudah Dicabut Izinnya, Tempat Karaoke di Kulon Progo Beroperasi Kucing-kucingan dengan Satpol PP
Alhasil, kerusakan jalan membuat akses wisatawan akan terhambat dan berujung objek wisata sepi peminat.
"Pembangunan sepertinya terbalik, jalan didahulukan sehingga rusak sat dilewati truk material," ucap Agung, Kamis (21/5/2026).
Agung menyampaikan, kerusakan jalan dapat dilihat dari segi beda ringgi tanah akibat tanah amblas.
Jika dibiarkan, kerusakan jalan akan semakin parah.
Padahal jalan tersebut merupakan akses utama dan mudah dilalui wisatawan.
Baca Juga: Bermula dari Sewa Kos Eksklusif, Pria Asal Sleman Malah Gondol TV dan Water Heater
Apabila hendak beroperasi, Giri Sembung harus berbenah diri untuk menyambut wisatawan.
Pihaknya meminta DPUPKP Kulon Progo untuk meninjau lokasi Giri Sembung.
Tujuannya, memastikan kondisi jalan aman dilalui wisatawan.
Apabila terdapat anggaran, pemkab berencana melakukan rekonstruksi jalan sesegera mungkin.
Komitmen perbaikan jalan ini, dilakukan untuk memudahkan kunjungan wisatawan di Giri Sembung.
Menurutnya, Giri sembung memiliki potensi wisata dan telah diupayakan untuk pengembangan.
Baca Juga: Oplos LPG Non Subsidi, Pengecer Gas Ilegal di Kota Jogja Rugikan Negara Puluhan Juta
Upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan objek wisata dengan anggaran Dana Keistimewaan.
"Dibanding daerah lain, angin di Giri Sembung lebih lama," ungkapnya.
Agung menyampaikan, keunikan Giri sembung terletak di wisata paralayang.
Di DIY hanya Bantul dan Gunungkidul yang memiliki wisata sejenis. Akan tetapi Giri Sembung menyimpan potensi lebih.
Lantaran, Giri Sembung dikelilingi perbukitan serta angin yang mendukung operasional setahun penuh.
Sehingga, operasional paralayang dapat dilakukan sepanjang tahun.
Baca Juga: UEFA Berencana Terapkan Kualifikasi Gaya Liga Champions untuk Piala Dunia 2030
Untuk mendukung aktivitas wisata, tempat takeoff paralayang telah dibangun.
Termasuk jalan, lahan parkir, fasum, dan pendukung wisata turut disediakan.
Masalah air bersih yang biasanya terganggu di area perbukitan, telah disediakan pemkab.
Sehingga operasional objek wisata dapat segera dilaksanakan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo Sutarman menyampaikan, operasional Giri sembung akan dimulai pasca serah terima atau tahun 2026 nanti.
Akan tetapi, pihaknya belum bis menentukn detil waktu operasional.
Lantaran, harus berkordinasi dengan asosiasi paralayang.
"Giri Sembung ini wisata minat khusus, jadi kami masih menyusun skemanya," ucapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva