KULON PROGO - Jelang Idul Adha, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo menggelar pelatihan penyembelihan hewan kurban.
Kegiatan ini diikuti peserta dari takmir masjid hingga juru penyembelih lokal.
Pelatihan penyembelihan dipimpin instruktur juru sembelih halal (Juleha).
Kepala Kankemenag Kulon Progo Wahib Jamil menjelaskan, pelatihan rutin digelar setiap tahunnya menjelang Hari Raya Kurban, bekerjasama dengan Baznas dan Kelompok Juleha.
Tujuannya, memberikan pengetahuan serta pengalaman langsung mengenai penyembelihan hewan yang sesuai syariat Islam.
"Menjelang Idul Adha, semoga saat penyembelihan hewan kurban dapat sesuai syariat," ucap Wahib, Rabu (20/5/2026).
Wahib menyampaikan, pelatihan dilaksanakan di Masjid Asy Syam, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan.
Baca Juga: Harkitnas 2026, Kementan Tegaskan Pentingnya Menjaga Tunas Bangsa untuk Perkuat Kedaulatan Pangan
Kegiatan ini diikuti sebanyak 71 peserta dengan menitikertakan beberapa syariat Islam yang harus ditegakkan oleh penyembelih hewan.
Di antaranya membaca doa, menghadap kiblat, memotong saluran utama di tubuh hewan.
Tak hanya teori, pelatihan menitikberatkan pada praktek.
Peserta diajak menyiapkan alat dan perlengkapan sebelum penyembelihan.
Alat pelindung diri berupa sepatu dan baju pelindung menjadi hal utama dalam penyembelihan.
Tujuannya mencegah luka akibat kecelakaan saat penyembelihan.
Di samping itu, peserta diajak mengenali beberapa model pisau yang dapat digunakan untuk menyembelih.
Termasuk menajamkan pisau potong agar tak menyakiti hewan.
Teknik merobohkan hewan berukuran jumbo turut dipraktekkan.
Kemenag berharap teori dan latihan dapat memupuk keahlian dari pengurus hewan kurban.
Mengingat penyembelihan harus memnuhi syarat dan sebisa mungkin menarapkan sunnah yang ada.
Peserta pelatihan juga mendapat sertifikat pelatihan dasar setelah menjalani sesi teori dan praktek.
Sementara itu, Instruktur Pelatihan Juleha Putut Proboseto menjelaskan, terdapat 10 kompetensi yang diajarkan dalam pelatihan.
Dalam pelatihan, penyembelih harus mengutamakan masalah syariat Islam, dan penekanan higienitas serta sanitasi.
"Banyak penyembelih di masyarakat hanya tahu menyembelih yang halal, tetapi tidak untuk memperlakukan hewan dengan baik," ungkapnya.
Pentingnya pelatihan menjawab persoalan di tingkat masyarakat saat penyembelihan hewan.
Baca Juga: Igor Tolic Tekankan Persib Bandung Belum Menjadi Juara, Siapkan Tim Jelang Pertandingan Penentu
Masih banyak masyarakat yang tak memahami pentingnya memperlakukan hewan.
Terutama saat kurban, masyarakat belum banyak mengetahui teknik perobohan hewan berbadan jumbo agar tak tersakiti.
Dengan pelatihan ini, peserta yang mayoritasnya pengurus kurban dapat mempraktekkannya saat Idul Adha nanti. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva