Kepala Dinpar Kulon Progo Sutarman menyampaikan, pihaknya sengaja mengusung konsep sport tourisme dalam mengenalkan potensi wisata alam di Bumi Binangun. Di tahun ini, Kulinerun akan menjadi kegiatan sport tourism mengenalkan landscape alam Kulon Progo.
"Hari ini kami menggelar kulinerun, kegiatan lari sejauh lima kilometer yang menyajikan keindahan alam Kulon Progo," ucap Sutarman, Minggu (17/5/2026).
Kulinerun dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dengan ditandai flagoff oleh Bupati Kulon Progo. Peserta diajak berlari melewati rute sepanjang lima kilometer. Keunikan kegiatan ini, terletak pada rute yang dilewati peserta. Bukan rute jalan raya yang kerap digunakan untuk olahraga marathon, melainkan rute jalan desa dan area persawahan.
Peserta memulai lari dari Lapangan Kalurahan Kembang melewati jalur Luna Maya. Pada tahap ini, peserta mendapat sajian bentang persawahan dan sluran irigasi. Sesekali, landscape perbukitan turut disajikan selama lari. Tahap kedua, peserta akan diajak membelah area persawahan Pronosutan.
"Kami sengaja memilih Pronosutan, karena viral dan kami hendak memperluas jangkauan wisatawan," ungkapnya.
Area persawahan Pronosutan dianggap menjadi ikon baru wisata Kulon Progo. Wisata tak berbayar ini, kerap dikunjungi artis ibukota dan wisatawan dari luar daerah. Bahkan Pronosutan sempat viral di Media Sosial akibat foto-foto landscape yang disajikan wisatawan.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan berkomitmen menambah geliat sektor pariwisata. Untuk menjangkau luas wisatawan, pemkb menyiapkan strategis sport tourism. Sport tourism dinilai sebagai langkah efektif menggaet wisatawan.
"Sport tourism akan menjadi agenda tahunan," ungkapnya. (gas)