KULON PROGO - Pencairan uang ganti rugi (UGR) proyek pembagunan Tol Jogja-YIA, masih terus bergulir.
Ini menjadi magnet baru bagi sales kendaraan hingga properti menggaet konsumen.
Menurut Lurah Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, Haryana, ini bukan fenomena baru lagi, alias sudah rahasia umum.
Para sales membidik warga terdampak tol agar membelanjakan UGR yang sudah dicairkan.
Mereka menyerbu lokasi warga yang menerima UGR.
"Tiap ada pencairan UGR selalu didatangi sales, saya tidak tahu darimana mereka tahu," ungkap Haryana, Jumat (15/5/2026).
Disebutkan, ada tujuh padukuhan di wilayahnya yang terdampak pembangunan tol.
Tiga padukuhan baru menerima UGR, lainnya menyusul.
Haryana menyampaikan, sales kendaraan hingga agen properti selalu hadir setiap pencairan ganti rugi.
Mereka biasanya menawarkan produk sesaat setelah warga menerima rekening UGR.
Selebaran brosur penawaran berisi produk serta harga dibagikan.
Ada pula yang memberikan kartu nama agar memudahkan warga menghubungi mereka.
Mengingat bisanya rekening bank UGR tak bisa langsung digunakan atau menunggu pengaktifan dalam waktu dua hari.
"Sejak awal sosialisasi kami selalu memberikan edukasi keuangan," ungkapnya.
Saat pencairan UGR, pemkal mengimbau agar hati-hati menggunakan UGR.
UGR diarahkan untuk mengganti aset tanah atau bangunan yang hilang.
Apabila masih terdapat uang sisa, warga dapat menggunakannya untuk investasi.
Edukasi keuangan bagi pemkal sangat dibutuhkan.
Mengingat rata-rata warga terdampak memiliki pekerjaan buruh, hingga petani.
Alhasil, pengelolaan diarahkan untuk meningkatkan perekonomian mereka.
Khususnya menyiapkan masa depan sebelum pembangunan tol dimulai.
Sementara itu, salah satu sales kendaraan Sri Tutik mengaku sering mendatangi kegiatan pencairan UGR.
Langkah ini, diambil untuk menjemput calon konsumen.
Cara ini dinilai lebih efektif dibanding dnegan mendatangi rumah warga terdampak secara langsung.
"Sudah enam kali datang di pencairan," ucapnya.
Sri mengaku, menawarkan produk ke warga terdampak sangat efektif.
Pasalnya, kebanyakan warga terdampak memiliki keuangan yang melimpah, berkat pembebasan tanah.
Di samping itu, penawaran kendaraan roda dua dinilai lebih dapat diterima oleh warga terdampak.
Mengingat warga belum akrab dengan kendaraan roda empat.
Berdasarkan beberapa kali pencairan UGR, warga terdampak cenderung membeli kendaraan roda dua dengan cara cash atau non kredit.
Sri mengaku, sering dihubungi warga terdampak pasca sepekan menerima UGR.
Kebanyakan warga sebelum membeli kendaraan, mereka menggunak uang untuk membeli tanah dan rumah. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva