Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TMMD Sengkuyung ke-128 di Kulon Progo Capai Tahap Akhir

Anom Bagaskoro • Senin, 11 Mei 2026 | 14:46 WIB
DIALOG: Aster Kasad berbincang dengan salah satu warga menanyakan perihal rehab rumah ibadah. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
DIALOG: Aster Kasad berbincang dengan salah satu warga menanyakan perihal rehab rumah ibadah. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

 

KULON PROGO - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) mencapai tahap akhir.

Hasil pembangunan selama tiga minggu terakhir mendapat tinjauan dari Mabes TNI AD.

Tinjauan memastikan hasil TMMD memberikan kualitas dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga: Prediksi Skor Napoli vs Bologna Serie A Selasa 12 Mei 2026, Partenopei Ingin Kunci Tempat di Liga Champions

Asisten Teritorial Kasad Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen menjelaskan, kedatangannya untuk meninjau perkembangan TMMD di Kulon Progo.

 Terutama capaian fisik yang telah dibangun oleh Satgas TMMD.

"Tadi sudah meninjau, dan Alhamdulillah tepat waktu," ucap Rachmad, saat ditemui awak media usai kunjungan di Padukuhan Diran, Senin (11/5).

Kunjungan perwakilan kasad itu, dilakukan untuk memastikan program TMMD tak terlambat.

Di tahun 2026 ini, TMMD Reguler ke-128 bertempat di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah.

Baca Juga: Bayi yang Ditemukan di Rumah Pakem Berusia Satu Hingga Sepuluh Bulan, Orang Tua Bayar Pengasuhan Rp 50 Ribu Per Hari

Terdapat dua sasaran utama, yaitu sasaran fisik dan non fisik.

Sasaran fisik berupa pembangunan jalan lingkungan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembuatan sumur bor, hingga rehab rumah ibadah.

Sedangkan, sasaran non fisik berupa sosialisasi PMK ke peternak, sosialisasi wawasan kebangsaan, dan cek kesehatan gratis.

Kunjungan sosok berbintang dua itu, meninjau pembangunan sumur bor di Masjid Baiturohman.

Sumur bor tersebut dibangun dengan kelengkapan penampungan air.

Keberadaan fasilitas ini diperlukan untuk menunjang fasilitas ibadah.

Baca Juga: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Kaji Psikotes dan Tes Kompetensi Bagi Pengasuh Daycare

Peninjauan berlanjut ke beberapa lokasi, termasuk di pembangunan rehab rumah tidak layak huni, di Padukuhan Diran, Kalurahan Sidorejo.

Selain meninjau lokasi, Rachmad turut menjawab keluhan masyarakat.

Salah satunya, masalah kebutuhan listrik di area pertanian.

"Listrik nanti ada program ketahanan pangan bisa dimanfaatkan," ungkapnya.

Mayjen TNI Rachmad menjelaskan, beberapa persoalan di masyarakat telah diselesaikan melalui diskusi.

Baca Juga: Bali United vs Borneo FC, Fabio Lefundes Tekankan Kewaspadaan Agar Pesut Etam Tidak Terpeleset Dalam Perebutan Gelar Juara

 

Untuk TMMD, Rachmad juga menegaskan satgas harus bekerja tepat waktu.

Selain waktu, kualitas harus dijaga, mengingat hasil dari TMMD akan digunakan masyarakat.

Ia mengakui, anggaran TMMD cukup kecil. Jika anggaran kecil dipergunakan oleh kontraktor, dampaknya tak akan terasa.

Namun berbeda dengan TMMD, program tersebut bertitik tumpu pada gotong-royong masyarakat.

Alhasil biaya tak membengkak, sekaligus kualitasnya terjamin. Lantaran, masyarakat ikut serta membangun dan merasa memiliki.

Baca Juga: Ada Laporan Kasus Positif Hantavirus di DIY, Gubernur Hamengku Buwono X Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Kejadian Luar Biasa (KLB) Leptospirosis dan Hantavirus

Sementara itu, penerima manfaat rehab RTLH Rusiyem mengaku terbantu dengan perbaikan rumah.

Ia bersama suaminya, telah hidup di rumah berdinding gebyok dan anyaman bambu.

Bantuan rehab dirasa dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya.

"Sangat bermanfaat, bisanya cuma terimakasih," ungkapnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kulon Progo #tni manunggal #TMMD Sengkuyung