KULON PROGO - Kabar duka datang dari Arab Saudi.
Satu jamaah asal Kulon Progo meninggal dunia usai menjalankan Umroh Sunnah.
Jamaah itu bernama Ngadikin, 59, merupakan kloter 1 YIA.
Ngadikin berdomisili di Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon.
Baca Juga: Terganjal Status Tanah Pembangunan KDMP di Kulon Progo Terhambat, Baru 10 Kalurahan Dirikan Gerai
Kepala Seksi Pembinaan Layanan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kankemenhaj) Kulon Progo Kholistin Arifiyani membenarkan kabar duka tersebut.
Satu jamaah haji asal Kulon Progo meninggal dunia sekitar pukul 03.00 waktu Arab Saudi, Jumat (8/5/2026).
Jamaah tersebut sempat dirawat di Al Noor Specialist Hospital, Makkah.
"Keterangan dokter, beliau mengalami serangan jantung karena kelelahan," ucap Kholistin, Jumat (8/5/2026).
Kholistin menjelaskan, jamaah mengeluhkan rasa sesak dada usai menjalankan Umroh sunnah.
Jamaah juga sempat terlihat menjalankan ibadah di Masjidil Haram.
Namun, timbul gejala serangan jantung hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit terdekat,
Ngadikin memiliki riwayat penyakit sakit jantung, namun memenuhi laik terbang dengan disertai obat dan pengawasan dokter rombongan.
Sayanganya, sebelum menjalankan ibadah haji, jamaah merasakan gejala serangan jantung.
Baca Juga: Dilema Pedagang Pasar Klithikan Pakuncen, Jogja, Berjualan Offline Sepi, Tawarkan Online Rugi
Hal ini diduga faktor kelelahan, mengingat umroh sunnah tak hanya menguras mental tetapi juga fisika.
Umroh sunnah saat ini tergolong sulit saat musim haji.
Pasalnya, banyak jamaah haji dari berbagai belahan dunia lain turut beribadah.
Di samping itu, jarak antara Masjidil Haram dengan penginapan cukup jauh.
Jamaah harus menggunakan bus yang jadwalnya tak dapat dipastikan.
Baca Juga: IKAPMII DIY Resmi Gandeng Kampung Inggris Jogja, Tingkatkan Skill Bahasa Inggris Kader PMII
"Nanti akan langsung dikuburkan di sana," ungkapnya.
Kholistin menjelaskan, jenazah akan dishalatkan di Masjidill Haram dan langsung dikebumikan.
Hal ini didasari regulasi kebijakan Arab Saudi saat jamaah haji meninggal dunia.
Biaya haji yang telah dibayarkan juga akan dikembalikan 100 persen.
Sedangkan, ibadah haji akan diwakilkan oleh petugas yang berada di sana.
"Beliau berangkat bersama istri, dan istrinya dipastikan tetap menjalankan haji," ungkapnya.
Menurutnya, ibadah haji merupakan ibadah fisik.
Pihaknya menghimbau agar jamaah haji dapat menjaga diri disana.
Terutama tak memaksakan ibadah sunah, justru fokus ibadah diarahkan ke rukun haji.
Sebab puncak haji akan jatuh pada 27 Mei mendatang.
Selama puncak itu, jamaah haji akan berjubel di beberapa titik yang akan menghabiskan waktu dan tenaga.
Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 8 Mei 2026, Ada Penurunan Tipis
Sementara itu, anak sulung Ngadikin Khafid Pradana menuturkan, ayahnya mendaftar sejak 2010 silam, dan baru berangkat 2026.
Sosok ayahnya dikenal sebagai guru yang mengajar di SDN Bugel dan menjadi panutan warga sekitar.
"Bisa dibilang, ayah jadi panutan warga di sini," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva