KULON PROGO - Bumi Binangun kini memiliki sentra pengolahan kuliner lele asap di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur.
Kampung Lele Asap Banaran berisikan puluhan rumah pengolah kuliner tersebut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Drajat Purbadi menyampaikan, Kampung Lele Asap telah diresmikan di Padukuhan Jati, Kalurahan banaran.
Kampung ini berisikan 32 pengolah aktif lele asap, sebagai tonggak hilirisasi produk perikanan di daerah.
"80 persen pemasaran sudah masuk pasar Bantul," ucap Drajat, Kamis (7/5/2026).
Walau baru diresmikan, sepak terjang kampung lele asap telah dikenal luas hingga di luar daerah.
Khususnya di Kabupaten Bantul, kampung ini rutin menyuplai ratusan kilogram lele asap setiap harinya.
Biasanya lele asap digunakan sebagai bahan baku kuliner mangut lele.
Kemampuan produksi kampung lele asap mencapai 450 kilogram perharinya.
Bahan baku lele juga didapat dari pasokan lokal kalurahan dan sekitar Kulon Progo.
Drajat menjelaskan, pendirian kampung lele asap merupakan bagian dari program hilirisasi produk.
Mengingat Kalurahan Banaran memiliki potensi perikanan air tawar yang banyak.
Di akhir 2025, kalurahan mendapat bantuan kolam bioflok lele.
Produk bukan lagi bahan mentah, namun menjadi bahan olahan dengan nilai jual tinggi.
"Kami berupaya menjaga identitas produk lele asap," ungkapnya.
Pemkab Kulon progo turut campur tangan dalam mengamankan identitas lokal kuliner lele asap.
Produk Lele Asap Jati telah didaftarkan ke kementerian sebagaui indikasi geografis.
Sehingga, hak intelektual kampung asap tetap menjadi ikon Kulon Progo.
Keberadaan kampung lele asap diharapkan dapat memantik perekonomian sekitar, tak hanya industri olahan, tetapi wisata.
Baca Juga: 18 Siswa SDN Kowang yang Diduga Keracunan MBG Sudah Pulih dan Dapat Kembali Ikuti KBM
Mengingat letak Kalurahan Banaran berada di dekat Pantai Trisik dan Jembatan Kabanaran.
Sehingga, Kampung Lele Asap dan dikembangkan sebagai basis wisata.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menegaskan, peran pemkab dalam mendukung kampung lele asap.
Ia berencana mengembangkan paket wisata yang terhubung dengan objek wisata sekitar.
Tujuannya, menciptakan efek domino dari potensi lokal yang tersedia.
"Kulon Progo seperti Negara Ngastina kalau dalam pewayangan, potensinya banyak," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva