Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dana Desa Dipangkas, Honor Guru PAUD dan Kader Posyandu di Kulon Progo Tak Lebih dari Rp 200 Ribu

Anom Bagaskoro • Selasa, 5 Mei 2026 | 16:55 WIB
Ilustrasi para guru honorer di sekolah jelang penghapusan status honorer akhir 2025.
Ilustrasi para guru honorer di sekolah jelang penghapusan status honorer akhir 2025.

 

KULON PROGO - Kebijakan pemerintah pusat terkait pemangkasan dana desa (DD) 2026, dampaknya mulai dirasakan sekarang.

Ribuan guru paud dan kader posyandu di Bumi Binangun harus menelan pil pahit penurunan honorarium.

Bukan hanya itu, program strategis kalurahan batal dan pemerintah kalurhan harus melakukan efisiensi ekstra.

Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin menyampaikan, pemangkasan dana transferan dari pusat menyebabkan penurunan dana desa (DD) 2026 hingga mencapai 70 persen dari tahun 2025.

Baca Juga: Idul Adha Semakin Dekat, Pemkab Kulon Progo Minta Pembagian Daging Kurban Dikemas Tanpa Plastik

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Pengendalian Penduduk (DPMKal Dalduk), pemangkasan dana desa dari 2024 hingga 2026, sebagai berikut;

1. DD 2024 Rp 102 miliar
2. DD 2025 Rp 97,4 miliar
3. DD 2026 Rp 24 miliar

Hal ini berimbas kepada tenaga pendidik dan kader desa.

"Penurunan DD berdampak langsung pada guru PAUD dan kader," ucap Aris, Selasa (5/5/2026).

Aris menyampaikan, pemangkasan DD oleh pemerintah pusat berdampak pada penurunan honorarium atau gaji guru PAUD dan kader Posyandu.

DPRD Kulon Progo menemukan, rata-rata penurunan mencapai 60-80 persen.

Baca Juga: Antrean Lebih Singkat, 143 Calon Jamaah Haji Khusus Diberangkatkan ke Tanah Suci Mayoritas Usia Produktif

Jika diangkakan, honor guru paud di tahun 2025 sekitar Rp 500 ribu per bulan.

Kini honor tersebut di bawah Rp 200 ribu.

Kondisi ini cukup memprihatinkan, mengingat peran kedua profesi tersebut cukup strategis.

Kader dan guru paud merupakan ujung tombak pelayanan masyarkat.

Lantaran, pendidikan anak dan pelayanan kesehatan terpaku pada ketugasan mereka.

Tentu, hal ini berkaitan dengan beban pekerjaan yang tak sebanding dengan jumlah honor.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Hadirkan Program Istimewa Bagi Konsumen

"Pemkab idealnya menyiapkan skema perlindungan afirmasi," ungkapnya.

Aris menjelaskan, permasalahan PAUD memang bertumpu pada keuangan kalurahan.

Namun, pemkab tak boleh berpangku tangan dengan kondisi ini.

Ia mendorong agar pemkab melakukan kajian skema perlindungan afirmasi bagi guru PAUD.

Skema ini dapat diwujudkan melalui insentif keuangan untuk menambah honor guru PAUD.

Baca Juga: Wujudkan Kepedulian Sesama, Astra Motor Yogyakarta Gandeng PMI Sleman Gelar Donor Darah Rutin 2026

Sementara itu, Lurah Kaliagung Sugeng Nugroho turut membenarkan pemangkasan DD berdampak ke guru PAUD dan Kader.

Dampaknya, honor guru PAUD dan Kader tak lebih dari Rp 200 ribu.

"Guru paud sebelumnya Rp 500 ribu menjadi Rp 175 ribu, kader sebelumnya Rp 75 ribu menjadi Rp 26 ribu," ungkapnya.

Sugeng menjelaskan, honor guru dan kader memang cukup menyita anggaran.

Saat terjadi pemangkasan DD, penurunan honor menjadi opsi efisiensi anggaran.

Di samping itu, kalurahan juga tak banyak melakukan kegiatan pembangunan, karena penurunan DD. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kader Posyandu #Kulon Progo #DPRD Kulon Progo #honor guru paud #dana desa