KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo berupaya meningkatan pemanfaatan layanan cek kesehatan gratis (CKG). Lantaran, selama setahun terakhir pemanfaatan CKG masih minim.
Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih menyampaikan, capaian pemanfaatan CKG oleh masyarakat Bumi Binangun hanya menyentuh 17 persen di 2025. Padahal target selama 2025 dipatok 36 persen. "Jadi masih jauh dari target, karena hanya 17 persen," ucap Susi, Minggu (3/5).
Susi menyampaikan, minimnya keikutsertaan masyarakat dipengaruhi kesadaran. Pasalnya, masyarakat dinilai belum mengerti pentingnya CKG. CKG yang dibesut Presiden Prabowo memiliki fungsi mirip general checkup.
Fungsi general checkup ini, memastikan masyarakat mendapat detensi dini penyakit. Melalui CKG penyakit yang tak dirasakah tubuh dapat diketahui lebih awal. Sehingga, pengobatannya dapat dilakukan sedari awal. Namun, hal ini justru belum dimanfaatkan sebaik mungkin. "Tahun ini targetnya naik jadi 46 persen," ungkapnya.
Susi menjelaskan, pemerintah pusat menetapkan presentase serapan CKG menjadi 46 persen dari total jumlah penduduk. Alhasil, tahun ini pihaknya berusaha menggenjot angka serapan. Salah satu caranya, dengan program CKG komunitas.
Dengan mengupayakan tes kesehatan gratis dengan sistem jemput bola. Masyarakat tak perlu lagi datang ke faskes, cukup datang saat acara digelar di dekat kediaman. Sehingga, masyarakat tak perlu meluangkan waktu khusus untuk CKG.
Baca Juga: Partai Ummat Konsolidasi Nasional di Sleman, Targetkan Menang Pemilu 2029 dan Gunakan Teknologi AI
Selain itu, menggandeng tokoh masyarakat untuk memantik ketertarikan. Tokoh masyarakat berperan mengajak masyarakat untuk mendatangi psukesmas, agar mengikuti CKG. Pihaknya optimis, dengan beragam cara serapan CKG dapat terpenuhi.
Sebelumnya, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, pemkab tengah menggenjot pemanfaatan CKG bagi masyarakat. Pihaknya memastikan sosialisasi CKG terus dilakukan agar masyarakat tertarik memanfaatkan program tersebut. "Kami rutin sosialisasi, hanya saja masyarakat belum merasakan pentingnya CKG," ungkapnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo