KULON PROGO - Jamu merupakan minuman tradisional warisan leluhur yang masih bertahan hingga sekarang.
Transformasi jamu dari minuman sekali minum menjadi minuman sachet membuat keberadaannya tetap ada.
Munculnya depot jamu turut mengenalkan jamu seduh yang mempu menjawab persoalan kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Kios Jamu Memiliki Sisi Positif dan Negatif. Bahayanya jika Campur Jamu dengan Obat Kimia,
Salah satu saksi perkembangan depot jamu dan menjadi pelanggan setianya adalah Kelik Abuchoeri.
Warga Kalurahan Karangsari, Kulon Progo ini menjadi pelanggan setia depot jamu. Bahkan mencicipi usaha depot jamu walau hanya sebentar.
"Dulunya kan jamu langsung minum, terus mencul depot jamu," ucap Kelik, Jumat (24/4).
Sebelum munculnya depot jamu, ia kerap mengonsumsi jamu sekali minum. Biasanya jamu dijual dengan cara digendong keliling desa.
Untuk pembeli, mereka tinggal memberikan uang dan menyeruput jamu dari gelas kecil.
Di awal 90-an, pola konsumsi jamu masyarakat mulai berubah. Lantaran munculnya berbagai depot atau kios jamu.
Depot jamu tak seperti warung jamu pada umumnya. Warung jamu biasanya menyediakan jamu racikan dari bahan utama.
Namun depot jamu memberikan sisi kepraktisan.
Depot jamu biasanya menyajikan jamu seduh yang lebih mengusung sisi praktis.
Kemunculan depot jamu merupakan tanda perkembangan jamu siap santap yang dikembang secara modern oleh beberapa perusahaan.
"Depot jamu biasanya menyediakan jamu seduh. Jadi berbeda dengan warung jamu," ungkapnya.
Sebagai pelanggan setia, depot jamu menyediakan beragam jamu yang menjawab persoalan tubuh.
Mulai dari kelelahan fisik hingga sakit yang dirasakan tubuh, dapat diobati dengan jamu seduh.
Salah jamu andalannya adalah jamu seduh serbuk super buatan Madura.
Jamu dengan bungkus kertas merah dan berwarna coklat saat diseduh itu, memiliki khasiat menjaga kondisi tubuh.
Bisa dibilang jamu ini hampir tersedia di beberapa depot jamu.
Kenangannya, tak hanya berkaitan dengan jenis merk jamu. Penyajian depot jamu menjadi kenangan tersendiri.
Pasalnya, depot jamu menyajikan kecepatan tanpa meninggalkan rasa jamu. Penyajian jamu biasanya dengan cara diseduh air panas.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang, KAI Daop 6 Jogja Operasikan Tujuh Kereta Tambahan
Beberapa jamu kerap ditambah dengan madu. Termasuk penggunaan racikan tertentu yang biasanya diketahui pemilik depot.
Jamu seduh bisa dicampur pil, telur, hingga madu untuk menambahkan khasiat. Hal inilah yang menjadi identitas depot jamu. (gas/laz)
Editor : Herpri Kartun