Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Beda Kultur, May Day di Kulon Progo Tanpa Aksi Hanya Tumpengan dan Hiburan Pekerja

Anom Bagaskoro • Kamis, 30 April 2026 | 16:27 WIB
SEREMONI: Sekda Kulon Progo memotong tumpeng pada peringatan Hari Buruh Internasional. (Dokumentasi Pemkab Kulon Progo)
SEREMONI: Sekda Kulon Progo memotong tumpeng pada peringatan Hari Buruh Internasional. (Dokumentasi Pemkab Kulon Progo)
 
KULON PROGO - Peringatan Hari Buruh atau May Day di Kulon Progo dilakukan dengan tumpengan.

Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Adikarta, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Kamis (30/4/2026).

Ketua Panitia May Day 2026 Kulon Progo Tengku Dian Syahrul Riza menjelaskan, pihaknya mengemas peringatan hari buruh dengan kegiatan positif.

Bukan melalui aksi, pihaknya memastikan kaum pekerja berkegiatan secara positif.

Baca Juga: May Day Kelabu Bagi Eks Karyawan PT SAK Kulon Progo, Gaji Tak Cair Pesangon Terabaikan

Di antaranya, pemotongan tumpeng hingga hiburan ke pekerja.

Riza mengatakan, perbedaan kultural menyebabkan pekerja di Kulon Progo cenderung tak melakukan aksi, dan lebih memilih berkegiatan positif.

"May Day tidak harus aksi ke jalan, tapi bisa dengan cara berbeda," ucap Riza, saat ditemui awak media, di Aula Adikarta, Kamis (30/4/2026).

Riza menjelaskan, kegiatan positif dalam rangkaian Hari Buruh berupa, talkshow, live music, lomba, hingga pembagian doorprize.

Ratusan pekerja dari 165 perusahaan di Kulon Progo mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga: UAJY dan Kemlu RI Jalin Sinergi Penguatan Kerja Sama ASEAN

Kegiatan positif selain aksi itu, sengaja digelar untuk meningkatkan motivasi pekerja.

Motivasi pekerja harus dipupuk sebaik mungkin, mengingat pekerja berhubungan langsung dengan lini produksi.

Motivasi pekerja juga mempengaruhi produktivitas perusahaan.

Jika keduanya meningkat, maka kesejahteraan pekerja akan ikut meningkat.

Kendati meberikan acara khusus, pihaknya tetap memperbolehkan pekerja mengikuti aksi di Kota Jogja.

Lantaran, dari serikat pekerja memberikan undangan khusus untuk keikutsertaan pekerja Kulon Progo.

Baca Juga: Tantang Bhayangkara FC, Persib Bandung Ingin Rebut Kembali Puncak Klasemen

Namun, pihaknya memastikan kegiatan tersebut akan digelar secara damai.

"Secara kultural dan karakter pekerja Kulon Progo lebih menjauhi aksi anarkis," ungkapnya.

Kultural dan karakter pekerja di Kulon Progo cenderung bersikap kekluargaan.

Hal ini juga dipengaruhi peran pemerintah yang dinilai cepat tanggap terkait isu ketenagakerjaan.

Terutama isu hak pekerja yang ikut dikomunikasikan oleh pemkab ke perusahaan.

Baca Juga: Mengapa Lalapan Selalu Hadir Bersama Sambal? Ini Penjelasan Ilmiah dan Manfaat Kesehatannya

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menyampaikan, kultur masyarakat Bumi Binangun cukup berbeda dengan daerah lain.

Hal ini terbawa hingga ke pekerjaan, yang membuat pekerja cenderung bersikap mengedepankan kekeluargaan.

"Kan ada video viral, orang Bekasi heran ada pengendara di malam hari tetap sabar menunggu lampu merah," ungkapnya.

Triyono menceritakan, kultur pekerja di Kulon Progo cenderung sabar.

Hal ini juga berlaku pada kehidupan masyarakat.

Kondisi ini, dibuktikan beberapa postingan orang luar daerah yang menunjukkan kesabaran masyarakat. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kulon Progo #may day #Kultur #hari buruh