KULON PROGO - Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Yogyakarta menerapkan pengawasan khusus terhadap konsumsi calon jamah haji.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan konsumsi jamaah haji layak selama di Embarkasi YIA.
Pelaksana Tugas Kepala BKK Kelas II Yogyakarta Tatok Redjadi menjelaskan, sebagai penanggung jawab bidang kesehatan, salah satu tugasnya yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan kelayakan terbang calon jamaah haji.
Selain itu memastikan menu makanan calon jamaah haji layak dikonsumsi.
"Untuk makanan kami juga melakukan pengawasan dengan tes organoleptik," ucap Tatok, Rabu (29/4/2026).
Tatok menjelaskan, pihaknya menyiapkan enam personel dalam pengawasan makanan calon jamaah haji.
Pengawasan tak hanya memastikan distribusi konsumsi calon jamaah haji sesuai waktu yang ditentukan. Namun, memastikan keamanan pangan.
Walau diproduksi di dalam hotel berbintang, makanan jamaah haji tetap harus diperiksa.
Baca Juga: Jadi Percontohan Nasional, Jateng Dinilai Paling Progresif Terapkan Ekosistem Halal
Terdapat dua pemeriksaan yang dilakukan. Diantaranya Tes Organoleptik dan Gramasi.
Personel BKK ditugaskan pada bagian tes organoleptik.
Tes ini memastikan kelayakan makanan sebelum dihidangkan ke jamaah haji.
Beberapa indikator yang dinilai adalah, rasa, tekstur, hingga bau.
Petugas dibekali indikator tertentu untuk memastikan agar makanan tak memiliki rasa tajam.
Pada indikator tekstur dan bau, pemeriksaan bertujuan memastikan makanan tak basi.
Baca Juga: Persik Kediri vs Borneo FC, Momen Pesut Etam Kudeta Puncak Klasemen
"Intinya memastikan kelayakan makanan, terutama menghindari makanan basi," ungkapnya.
Selain memastikan kelayakan makanan, BKK melakukan penyimpanan makanan ke bank sampel.
Penyimpanan makanan dilakukan untuk memastikan sampel makanan dimiliki.
Sampel ini digunakan untuk tes laboratorium, apabila terjadi kejadian luar biasa (KLB) keracunan.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Dampingi Prabowo Kunjungi Sekolah di Cilacap, Para Siswa Respons Positif Program MBG
Sebelumnya, Excecutive Chef Hotel Novotel Ibis Vici Tren menjelaskan, makanan jamaah haji di Embarkasi YIA memiliki standar hotel berbintang.
Walau mirip makanan hotel, pihaknya tetap memikirkan menu makanan.
"Kami menghindari rasa tajam, dan menunya disesuaikan agar mudah diterima banyak jamaah," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva