KULON PROGO - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo punya cara menarik memperingati momen pernikahan.
Belasan pengantin dari Kapanewon Lendah diajak sedekah ribuan benih ikan di Kedung Ingas, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Senin (27/4/2026).
Kepala Kankemenag Kulon Progo Wahib Jamil menjelaskan, sedekah ikan pasangan pengantin (Si Patin) merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya.
Baca Juga: Bali United vs PSM Makassar, Serdadu Tridatu Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan
Di tahun ini, Si Patin digelar bersamaan dengan bimbingan perkawinan (Binwin) yang dilakukan di Kedung Ingas.
"Jadi ada dua kegiatan binwin dan Si Patin, diikuti oleh 15 pasangan pengantin," ucap Wahib, Senin (27/4).
Wahib menjelaskan, binwin diikuti oleh calon pengantin yang hendak menikah.
Mereka mendapatkan sejumlah materi terkait penciptaan keluarga harmonis.
Selain dilakukan secara tatap muka, binwin turut dilaksanakan melalui pertemuan online.
Selain binwin, Kankemenag turut menyelenggarakan program Sipatin yang diselenggarakan berkat kolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo.
Program ini merupakan bagian dari pendidikan ekoteologi, mengarahkan pengantin untuk peduli dengan lingkungan.
Sebelum atau sesudah menikah, pengantin diminta melepaskan bibit ikan lokal non invasif ke perairan. Bibit tersebut disalurkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo secara gratis.
Pelepas liaran benih ikan akan diarahkan ke beberapa lokasi, dalah satunya di Kedung Ingas.
"Hari ini ada dua ribu bibit ikan yang ditebar, jenisnya wader dan nilem," ungkapnya.
Wahib menceritakan, dua pasang pengantin yang melaksanakan akad hari ini turut hadir melakukan tebar benih. Mereka hadir dengan menggunakan pakaian akad, gaun atau jas untuk ikut serta dalam kegiatan itu.
Momen penebaran benih diharapkan dapat memantik rasa cinta dengan alam.
Di samping itu, penganti dapat menikmati momen bersama dengan tetap menjaga hubungan manusia dengan alam.
Sementara itu, pasangan pengantin Asih Wasiati mengaku antusias mengikuti program Si Patin.
Lantaran, momen melapas liarkan benih ikan saat pernikahan cukup jarang ditemui.
Apalagi, penebaran ikan merupakan upaya menjaga kelestarian alam.
"Senang bisa mengikuti ini, beberapa waktu lalu memang sudah dihubungi mengikuti kegiatan," ungkapnya.
Asih merupakan warga Sidorejo yang melaksanakan akad nikah hari ini.
Ia dengan suaminya datang ke Kedung Ingas setelah menjalankan akad, kedatangan mereka disambut calon pengantin lain.
Lantaran, mereka masih menggunakan gaun setelah akad. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva