KULON PROGO - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau proyek pembangunan sekolah rakyat (SR), Jumat (24/4/2026).
Tak hanya memastikan kelancaran proyek, anak Presiden RI ke-6 ini juga memastikan keberadaan beberapa fasilitas olahraga di dalam SR. Salah satunya, lapangan voli untuk siswa SR nanti.
Kunjungan AHY ke SR di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah diawali dengan rombongan mobil bertuliskan Overlanding Indonesia.
Setelah rombongan memasuki kawasan proyek, disusul AHY yang mengemudikan Toyota Land Cruiser berplat dinas RI 26.
Ia turun dari mobil dan langsung menyalami pejabat yang menyambut kedatangannya.
Langkah kaki AHY berpindah mendengarkan laporan perkembangan pembangunan SR.
Ia turut berjalan mengelilingi kawasan SR dan para peekrja proyek yang tengah sibuk mengejar pembangunan. Sampai di bangunan SD muncul pertanyaan dari AHY.
"Ada fasilitas olahraganya?" tanya AHY, dan langsung dijawab oleh kepala satker.
Tak hanya sekadar basa-basi, AHY menanyakan fasilitas olahraga apa yang tersedia di SR. Terutama menanyakan lapangan voli untuk siswa SR nantinya.
Ia bahkan sempat berbincang perihal Klub Lavani yang erat kaitannya dengan Keluarga Cikeas.
Saat di area pembangunan SD SR, AHY turut menyapa pekerja proyek yang sedari tadi masih sibuk dengan pekerjaan mereka.
Baca Juga: Riko Simanjuntak Sebut Kemenangan di Balikpapan Buka Jalan Promosi bagi PSS Sleman
Sapaannya ditambah dengan ungkapan kehati-hatian selama bekerja di proyek.
"Di atas lahan 1,7 hektare ini berdiri sekolah rakyat yang akan menampung 1.080 siswa," ucap AHY, saat sesi wawancara, Jumat (24/4/2026).
AHY menjelaskan, pembangunan sekolah rakyat terus diupayakan pemerintah. Pada tahap 2 ini, terdapat 104 SR yang dibangun di seluruh Indonesia.
Operasional sekolah rakyat juga ditarget dapat dibuka pada Juli 2026. Sehingga, pembangunan harus dikebut mulai dari sekarang.
Baca Juga: Konsistensi Cahya Supriadi Jadi Kunci PSIM Jogja, Siap Tuntaskan Musim di Lima Laga Sisa
Pihaknya memastikan optimisme pembangunan. Lantaran, sekolah rakyat merupakan program Presiden Prabowo untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Lulusan SR diharapkan dapat memperoleh pekerjaan hingga melanjutkan pendidikan di jenjang lebih tinggi. Melalui itu, lulusan dapat menaikkan taraf hidupnya.
Selama di sekolah rakyat, siswa akan mendapatkan model pembelajaran sekolah konvensional.
Baca Juga: Kontras Performa PSIM Jogja; Dari 30 Poin ke 9 Poin, Van Gastel Singgung Ketimpangan Skuad
Namun sistem sekolah serupa dengan boarding school yang menitikberatkan asrama untuk siswa menginap.
Pemerintah juga akan menanggung, seragam, buku, makanan, dan biaya pendidikan siswa.
Sementara itu, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU Haryo Satriyawan mengatakan, adanya keterlambatan proyek berdasarkan time schedule.
Baca Juga: Pemkot Jogja Canangkan Pembangunan Taman Pintar Kedua di Sisi Selatan, Dilengkapi Wahana Edukasi Lalu Lintas dan Perikanan
Keterlambatan disebabkan kekurangan tenaga pekerja. Lantaran, tenaga kerja mengalami pasang surut.
Padahal kebutuhan tenaga kerja harus tetap, agar setiap pembangunan dapat berjalan cepat. Hingga saat ini, jumlah tenaga kerja mencapai 830 orang.
“Persentase pembangunan mencapai 38,91 persen dan deviasi keterlambatan mencapai empat persen,” tambahnya. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita