KULON PROGO - Wacana perubahan penerima program makan bergizi gratis (MBG) disambut baik lapisan masyarakat luas.
Pasalnya, perubahan penerima, tak lagi menyasar kelompok pelajar.
Melainkan menyasar kelompok anak kekurangan gizi atau stunting.
Ketua Komisi 4 DPRD Kulon Progo Edi Priyono menyampaikan, wacana perubahan fokus penerima MBG dinilai tepat sasaran.
Sebelumnya, ia telah menerima informasi perubahan penerima MBG dan menyambut baik langkah tersebut.
"Rencana perubahan, sesuai dengan kebijakan nasional, tentu dampaknya dinilai positif," ucap Edi, Rabu (22/4/2026).
Edi menjelaskan, rencana perubahan penerima MBG dinilai sesuai kebijakan nasional.
Penerima bukan lagi pelajar, namun lebih spesifik ke anak kurang gizi.
Program MBG akan menjawab masalah anak stunting di Indonesia.
Sekaligus, menjawab akses gizi ke masyarakat luas, khususnya generasi penerus.
Pandangannya menunjukkan pelaksanaan MBG belum tepat sasaran.
Lantaran, distribusi MBG dipukul rata ke seluruh pelajar.
Termasuk pelajar yang memiliki latar belakang ekonomi menengah ke atas.
Idealnya, pemerintah tak perlu membiaya kebutuhan masyarakat mampu.
Tujuannya, agar anggaran fokus ke sektor masyarakat kurang mampu.
Penyesuaian penerima MBG khusus anak stunting, dinilai sebagai cara menempatkan anggaran yang pas.
Akan tetapi, pemerintah harus menata kembali data penerima.
Tujuannya mencegah penerima salah sasaran.
Penerima MBG harus disesuaikan dengan kondisi relaitas lapangan.
"Harus berdasarkan data valid dan update," ungkapnya.
Selain data, pelaksanaan MBG di Kulon Progo turut menjadi sorotan.
Pasalnya, menu MBG hasil temuan DPRD menunjukkan ketidaklayakan.
Dengan anggaran dan menu yang ada, MBG sebenarnya bisa diptimalkan berdasarkan standar gizi.
Baca Juga: Menjaga Jantung Tetap Sehat: Kunci Hidup Lebih Panjang dan Berkualitas
Salah satu orangtua pelajar di Kapanewon Sentolo Arimbi mengungkapkan dukungannya atas wacana perubahan penerima MBG.
MBG idealnya diarahkan bagi anak kurang gizi dan berasal dari keluarga kurang mampu.
Selain membantu petumbuhan anak, MBG dapat mengurangi beban keluarga,
"Kalau diganti datanya harus valid, bisa ambil dari kalurahan atau kabupaten," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva