KULON PROGO - Menjelang pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) dari Embarkasi YIA, petugas justru masih menunggu koper. Pasalnya, ribuan CJH yang tergabung di puluhan kloter YIA belum menerima koper.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh DIY Jauhar Mustofa menyampaikan, adanya keterlambatan distribusi koper. Hal ini menjadi masalah yang baru pertama kali terjadi.
Penyebab keterlambatan koper ini dikarenakan masalah teknis. "Memang ada keterlambatan distribusi koper, ini hampir terjadi di semua daerah," ucap Jauhar, Selasa (21/4).
Jauhar menjelaskan, keterlambatan pengiriman koper mengakibatkan CJH dari 21 kloter belum menerima hak mereka. Saat ini, baru kloter 1-5 yang telah menerima koper. Dari segi hak, CJH memperoleh dua koper berukuran besar dan kecil. Satu koper besar masuk ke dalam bagasi dan satu koper kecil masuk kabin.
Hasil kordinasi terakhir distribusi koper akan segera dilengkapi. Di hari keberangkatan kloter 1 YIA, satu truk kontainer berisi koper akan didistribusikan ke kantor kementerian hai di masing-masing kabupaten kota.
Dipastikan, jamaah haji dapat menerima koper sebelum pemberangkatan ke Tanah Suci. "Dipastikan sudah menerima, karena H-1 sebelum pemberangkatan koper akan mulai bergerak ke embarkasi," ungkapnya.
Jauhar menjelaskan, koper CJH akan terlebih dahulu diterima di embarkasi. Nantinya, koper tersebut akan diperiksa oleh petugas imigrasi, bandara, dan kemenhaj. Tujuannya, memastikan barang bawaan aman dan tak melanggar hukum.
Ia turut menambahkan, pada gelombang pertama, jamaah haji dapat memasukkan kain ihram ke dalam koper bagasi. Sedangkan gelombang kedua, kain ihram dimasukkan ke dalam kabin.
Skema ini, dilakukan untuk mempermudah CJH saat tiba di Arab Saudi dengan pertimbangan waktu dan rukun ibadah haji. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo