KULON PROGO - Pemuda asal Kulon Progo ini tak menyangka dirinya bisa memenuhi ibadah rukun Islam yang kelima di usia yang masih belia.
Namanya, Abdulrahim Khoirudin. Berusia 19 tahun.
Ia calon jamaah haji termuda di Bumi Binangun pada pemberangkatan haji tahun ini.
Di tengah mayoritas jamaah haji berusia dewasa hingga lansia.
Keputusannya, memberangkatkan diri ke Baitullah bukan tanpa sebab.
Baca Juga: Tekankan Ekonomi Kerakyatan, Ahmad Luthfi Minta Bank Jateng Prioritaskan KUR
Ia menggantikan kursi ayahnya yang meninggal dunia karena sakit pada 2023 silam.
"Saya hanya menggantikan bapak, bapak sudah mendaftar sejak 2012 lalu," ucap Abdul, saat ditemui awak media, Jumat (17/4/2026).
Abdul menjelaskan, ayahnya telah mendaftar haji sejak tahun 2012 lalu.
Saat itu, dirinya masih bersekolah.
Namun, setelah menunggu lama takdir berkata lain.
Ayahnya meninggal dunia akibat sakit jantung.
Posisi kepala keluarga berpindah padanya.
Tugasnya untuk menggantikan ayah untuk berhaji turut berpindah ke Abdul.
Proses pemberangkatan haji pun ia lalui cukup panjang.
Mulai dari administrasi, manasik, hingga tes kesehatan telah dilalui.
Akhirnya, tahun ini pemberangkatan haji dilakukan.
Persiapan pemberangkatan haji telah ia lakukan.
Temasuk permintaan khusus ketika menginjak ke Tanah Suci.
Sebagai anak yang menggantikan peran sang ayah, Abdul punya keinginan besar.
Selain menghabiskan waktunya untuk beribadah, ia berjanji akan mendoakan orang tuanya.
Khususnya kepada mendiang ayahnya.
"Ada doa khusus untuk bapak," lontarnya..
Keberangkatan haji ini, Abdul tak sendirian.
Pemuda yang baru lulus SMA ini juga ingin menemani dan mendampingi sang ibu, melaksanakan ibadah haji dengan tenang dan khusuk.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kulon Progo Mulyono menyebut, jamaah haji termuda berusia 19 tahun.
Sementara jamaah haji paling tua berusia 85 tahun.
Mayoritas jamaah haji merupakan lansia.
"80 persen lansia, totalnya 384 orang yang lansia sekita 307 orang," ungkapnya.
Mulyono menyampaikan, umur bukan batasan untuk beribadah.
Walau telah lanjut usia, jamaah haji dinyatakan laik menjalani ibadah haji.
Lantaran tes kesehatan telah dilakukan beberapa waktu lalu.
Sebelum diterbangkan, jamaah haji juga mendapat tes kesehatan ulang di embarkasi hotel.
Tujuannya, memastikan kembali kebutuhan dan kelayakan jamaah. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva