KULON PROGO - Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kulon Progo memastikan keamanan dan kenyamanan calon jamaah haji (calhaj), di tengah konflik Timur Tengah.
Calon jamaah haji mendapatkan pendampingan penuh dari petugas.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kulon Progo Mulyono mengatakan, jadwal pemberangkatan haji dimulai dari kloter pertama pada Selasa, 21 April 2026.
Baca Juga: Prediksi Skor Sassuolo vs Como Serie A Jumat 17 April 2026
Nantinya, jamaah haji asal Bumi Binangun akan terbagi dalam tiga kloter.
Di antaranya Kloter pertama ada 354 jamaah, kloter tujuh, ada satu jamaah, dan kloter 26 sebanyak 28 jamaah.
Total jamaah haji yang berangkat tahun ini sejumlah 384 jamaah.
"Dari otoritas Arab Saudi telah memastikan keamanan dan Insyaallah tidak ada kendala," ujar Mulyono, Jumat (17/4/2026).
Mulyono menuturkan, ada kekhawatiran atas konflik Timur Tengah yang hingga kini masih belum redup.
Baca Juga: Jual Sapi untuk Naik Haji, Calon Jemaah Haji Tertua asal Bantul ini akan Berangkat Awal Mei 2026
Menurutnya, otoritas Arab Saudi telah memastika ibadah haji 2026 akan aman dan jauh dari konflik.
Penyelenggara haji di Indonesia juga turut berkordinasi untuk mengamankan setiap penerbangan.
Pasalnya, pesawat dari Embarkasi YIA akan melakukan penerbangan langsung ke Jeddah dan Madinah.
Sehingga, rute penerbangan akan mendekati wilayah konflik.
Baca Juga: Rekomendasi Kafe Matcha di Jogja, Pecinta Matcha Saatnya Berburu
Maskapai penerbangan dipastikan mengikuti arahan Pusat kontrol Udara untuk menentukan rute penerbangan paling aman.
Dampak konflik juga berkaitan dengan harga avtur atau BBM.
Kementerian Haji memastikan kenaikan harga avtur tak akan berdampak ke biaya haji 2026.
Seluruh jamaah haji di Kulon Progo telah melakukan pelunasan tanpa ada biaya tambahan lain.
"Yang justru menjadi fokus adalah kesehatan jamaah," ungkapnya.
Mulyono menyampaikan, jamaah harus memperhatikan kondisi tubuh mereka.
Pasalnya, mayoritas jamaah asal Bumi Binangun masuk kategori risiko tinggi.
Penyebabnya bukan karena usia saja, melainkan riwayat penyakit yang dapat kambuh sewaktu-waktu.
Kementerian haji telah menyediakan pendamping untuk setiap kloternya, termasuk dokter dalam hal pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Bhayangkara FC vs PSIM Jogja, Paul Munster: Kita Tidak Bisa Remehkan Kekuatan Laskar Mataram
Akan tetapi, jamaah tetap harus mempertimbangkan kondisi tubuh masing-masing.
Secara regulasi, jamaah diperbolehkan membawa obat-obatan pribadi.
Sehingga, saat beribadah jamaah tetap boleh mengonsumsi obat.
Senada dengan Mulyono, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan turut membenarkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan mental.
Jamaah haji diminta tak memaksakan untuk berkegiatan non rukun haji.
Kegiatan yang terlalu dipaksakan dapat mempengaruhi tubuh terutama dampak dari cuaca timur tengah.
Baca Juga: Klub Divisi Lima Spanyol, Cornella Sambut Bahagia Pembelian Klub Yang Dilakukan Lionel Messi
"Yang sering Shalat Berjamaah harus melihat situasi kondisi," ungkapnya.
Agung menceritakan, kebanyakan jamaah asal Indonesia memiliki niat besar untuk shalat berjamah di Masjidil Haram, walau bukan menjadi rukun haji.
Ia menyampaikan agar jamaah tak memaksakan diri.
Lantaran, jarak hotel dengan Kabah bervariasi dan tak mudah ditempuh dengan jalan kaki.
Alhasil, jamaah haji justru kehabisan energi sebelum pelaksanaan rukun haji. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva