KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo mencatat 68 persen calon jamaah haji (CJH) asal Bumi Binangun masuk kategori beresiko. Sehingga selama menjalankan ibadah haji, pendampingan khusus diperlukan, guna memberikan kelancaran dan kenyamanan.
Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih menyampaikan, proses pemeriksaan kesehatan CHJ telah dilakukan beberapa waktu lalu.
Terdapat 384 CJH yang menjalani pemeriksaan, termasuk vaksinasi sebelum ke Tanah Suci. "Ada 261 jamaah yang beresiko dengan pendampingan obat," ucap Susilaningsih, Kamis (16/4).
Baca Juga: Eks Manajer Persiwa Wamena Turun Tangan, Borgo Pane Siap Bangkitkan Kejayaan PPSM Magelang
Susi menjelaskan, ratusan CJH yang telah mendapat pemeriksaan kesehatan dinyatakan masuk kategori beresiko. Hal ini ditandai dengan beragam hasil. Paling menonjol terlihat dari riwayat penyakit. Mulai dari penyakit jantung, hipertensi, hingga diabetes melitus. Kategori beresiko dijumpai pada kelompok umur lansia hingga muda.
Kondisi beresiko bukan hanya label semata. Pasalnya, CJH kategori beresiko memiliki potensi penurunan daya tahan tubuh saat di Tanah Suci. Jika dibiarkan, maka kondisinya terus mengalami prnurunan. Ditambah cuaca dan lingkungan di Arab Saudi juga berdampak ke kesehatan. "Kalau yang sehat tidak perlu pendampingan," ungkapnya.
CJh yang masuk kategori beresiko akan mendapat pendampingan penuh. Salah satu bentuknya, pendampingan obat dan petugas kesehatan. CJH dipastikan mendapat pendampingan satu petugas pendamping. Sehingga dalam satu kloter akan terdiri 360 petugas kesehatan.
Selain pendampingan kesehatan, petugas juga disiapkan untuk membantu lansia yang kesulitan mobilitas. Disiapkan petugas dan kursi roda untuk memudahkan petugas atau CJH.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BKK Kelas II Jogjakarta Tatok Redjadi menyampaikan, pemeriksaan akhir CJH telah dilakukan. Hasilnya, penentuan CJH layak berangkat ataupun tidak. Dalam hal ini, CJH asal Kulon Progo telah dinyatakan layak berangkat. "Kami sudah melaksanakan pemeriksaan," ungkapnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo