KULON PROGO - Manajemen Yogyakarta International Airport (YIA) memastikan penerbangan Haji 2026 aman.
Khususnya saat kondisi geopolitik timur tengah yang masih memanas penerbangan tak akan mengalami gangguan.
Hingga saat ini, pihaknya dan hotel yang ditunjuk sebagai asrama haji dinyatakan siap menyambut calon jamaah haji (calhaj).
Baca Juga: Jelang Iduladha, Ahmad Luthfi Minta Layanan Kesehatan Hewan Keliling Diintensifkan
General Manager YIA Muhammad Thamrin menjelaskan, kesiapan bandara dalam menyambut jamaah haji mencapai 90 persen.
YIA nantinya akan melayani 9.320 jamaah dari DIY, Kebumen, Magelang, temanggung, Wonosobo, dan Purworejo.
Sebanyak 52 penerbangan disiapkan untuk embarkasi dan debarkasi haji.
"Pastinya aman, karena sudah dipersiapkan AirNav," ucap Thamrin, saat ditemui awak media di Novotel, Rabu (15/4/2026).
Thamrin menyampaikan, penerbangan ke Arab Saudi akan dilakukan secara direct flight atau penerbangan langsung.
Baca Juga: Keluhkan Mual Muntah Diare, 75 Siswa di SMP Negeri 3 Jetis Bantul Diduga Keracunan MBG
Dalam kondisi gejolak timur tengah, penerbangan direct flight dipastikan aman.
Pasalnya, AirNav telah mempersiapkan jalur yang aman.
Di samping itu, terdapat Air Trafic Controller di setiap negara yang akan dilalui pesawat haji.
Setiap saat, kondisi udara akan dipantau dan disiapkan jalur teraman untuk penerbangan haji.
Apabila didapati rute kurang memungkinkan, maka ada instruksi berganti rute.
Baca Juga: Hujan Disertai Angin Guyur Kabupaten Sleman, Berikut Wilayah Terdampak
Penerbangan direct flight juga membutuhkan pesawat yang besar.
Dalam hal ini, Bandara YIA telah memenuhi syarat untuk melayani pesawat berbadan jumbo.
Lantaran, bandara dilengkapi runway sepanjang 3.250 meter.
Sehingga, pesawat haji yang biasanya menampung 400 penumpang cukup lega saat lepas landas.
"Sudah siap, jadwalnya penerbangan pertam tanggal 21 April pukul 23.30 WIB," ungkapnya.
Baca Juga: Pasca Dugaan Keracunan MBG di Jetis Bantul, BGN Tutup Sementara SPPG Terkait
Pihaknya dan hotel yang ditunjuk sebagai asrama haji telah bersiap menyambut jamaah haji.
Hotel telah ditata untuk melayani jamaah haji.
Bahkan ruang kamar hotel telah disulap agar muat tiga orang dengan extra bed.
Aula pertemuan juga dijadikan sebagai tempat penyambutan awal jamaah haji.
Saat jamaah haji sampai di hotel, petugas akan mengarahkan langsung ke aula.
Di kawasan aula, telah dipasang x-ray dan alat security lainnya.
Baca Juga: Javier Mascherano Tinggalkan Inter Miami, Nama Xavi Hernandez Digadang-gadang Sebagai Pengganti
Jamaah haji juga akan menjalani tes kesehatan di satu tempat itu.
Dipastikan jamaah haji tak menginap terlalu lama di hotel asrama.
Setelah menjalani karantina, jamaah haji nantinya akan dibawa ke bandara menggunakan bus khusus.
Jarak hotel ke bandara hanya 3,8 kilometer, dengan waktu tempuh enam menit.
Selama di bandara, jamaah tak perlu menjalani prosedur yang lama.
Lantaran, bagasi hingga proses administrasinya sebagian telah dilakukan di dalam asrama.
Baca Juga: Mikel Arteta Bersemangat Membawa Arsenal Raih Trofi dan Tegaskan Tidak Takut Meskipun Gagal
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kulon Progo Mulyono menyampaikan, kemantapan pelaksanaan haji telah dilakukan dengan diadakannya simulasi sebelum pemberangkatan.
Sudah dua kali simulasi digelar, untuk mengevaluasi dan perbaikan pelayanan jamaah haji.
Simulasi kedua beberapa waktu lalu, memperbaiki simulasi pertama," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva