KULON PROGO - Gubernur DIY Hamengku Buwono X kembali menghadiri Syawalan di Kulon Progo Senin (13/4). Syawalan kali ini cukup berbeda, mengingat geblek sebagai hidangan dan ornamen tak ada dalam acara tersebut. Bahkan arahan khusus saat sambutan pun tak ada.
Pantauan Radar Jogja, motif geblek renteng di auditorium Taman Budaya Kulon Progo (TBK) telah ditambal dengan papan berbalut banner bergambar gunungan. Termasuk ornamen geblek renteng di dalam auditorium tempat syawalan terjadi sudah ditutup papan kamuflase. Penutupan itu, telah dilakukan setelah muncul kegaduhan penggantian geblek rentemg.
Selain ornamen, hidangan geblek berbahan tepung tapioka pun tak tersaji. Padahal pembicaraan geblek sempat dilontarkan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X. Informasi yang dikumpulkan Radar Jogja, Paku Alam X sempat melontarkan candaan terkait hidangan geblek yang tak tersaji di area makan VIP.
Obrolan tersebut juga mengarah ke Sekda Kulon Progo Triyono yang memiliki kolega penjual geblek. Sontak obrolan itu memantik kekagetan pejabat yang ada di ruang yang sama. Dalam satu meja, terdapat bupati dan wakil bupati Kulon Progo, gubernur dan wakil gubernur DIY, serta pejabat lingkup Pemprov.
Kabag Protokol dan Rumah Tangga Setda Kulon Progo Risdiyanto Nugroho membenarkan perihal obrolan geblek di ruang makan VIP saat Syawalan. Namun, kelengkapan obrolan tersebut tak terlalu jelas. Lantaran, dirinya berada di luar ruangan.
"Lebih detailnya ke Pak Sekda," ungkapnya.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo Chris Agung turut menambahkan, obrolan geblek berkaitan dengan sosok Sekda Triyono yang memiliki keluarga turun temurun produksi geblek. Ia menegaskan, obrolan hanya bersifat pribadi.
"Wagub Paku Alam X ada pesan khusus geblek ke Pak Sekda," ungkapnya.
Syawalan bersama HB X tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya, tepatnya 2024. Tahun sebelumnya, sambutan HB X tak hanya menjadi ajang memaafkan. Namun, menjadi ajang yang ditunggu setiap pemkab ataupun pemkot. Sebab, HB X memberikan arahan khusus ke pemerintah bawahnya.
"Idul Fitri momentum membina ikatan persatuan," ucap HB X dalam sambutannya.
HB X sama sekali tak memberikan arahan khusus untuk pengembangan daerah. Ia hanya mengajak pemkab untuk tetap menjaga persatuan. Terutama merangkul masyarakat yang kepentingannya harus diutamakan. (gas)
Editor : Sevtia Eka Novarita